Dihantam Asteroid, Kota Ini Jadi Bertabur Berlian yang Nempel di Tembok

Dihantam Asteroid, Kota Ini Jadi Bertabur Berlian yang Nempel di Tembok

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Selasa, 13 Jan 2026 12:58 WIB
Dihantam Asteroid, Kota Ini Jadi Bertabur Berlian yang Nempel di Tembok
Nördlingen, kota di Jerman yang bertabur berlian. Foto: ullstein bild via Getty Images/ullstein bild
Jakarta -

Pernah kebayang nggak tinggal di kota yang bertabur berlian? Ya, bertabur berlian karena batu permata tersebut bisa ditemukan di dinding-dinding bangunan.

Eits tapi jangan bayangin bongkahan berlian yang besar ya, karena ukuran berlian di kota ini sangat kecil bahkan ukurannya mikroskopis alias cuma bisa dilihat pakai mikroskop.

Adalah Nördlingen, sebuah kota di Bavaria, Jerman, yang bergelimang berlian. Salah satu bangunan yang terdapat banyak berlian adalah gereja St. Georgs.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gereja kami, St. Georgs, terbuat dari suevit (dan berisi) sekitar 5.000 karat berlian. Tetapi ukurannya sangat kecil, yang (terbesar) berukuran 0,3 mm sehingga tidak memiliki nilai ekonomi, hanya nilai ilmiah. Anda hanya dapat mengamati berlian tersebut dengan mikroskop," kata seorang ahli geologi dan wakil direktur Museum Kawah Ries di Nördlingen, Gisela Pösges, dikutip dari Smithsonian Magazine yang tayang pada 2016.

Old rustic building exterior in romantic medieval town of Nördlingen in Bavaria, Germany.Serpihan berlian yang ada di bangunan. Foto: (Thinkstock)

Banyaknya berlian yang ada di kota itu bisa terjadi karena satu hal yang luar biasa yaitu asteroid yang menghantam bumi. Namun, para warga tidak tahu hal itu. Yang mereka tahu hanyalah mereka tinggal di kawah saja.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan BBC pada 2017, disebutkan bahwa 15 juta tahun lalu sebuah asteroid menghantam kota itu. Dengan kecepatan 25 km per detik, asteroid berdiameter 1 km menghantam bumi dan membuat kawah selebar 26 km yang kemudian menjadi Nördlingen yang dikenal saat ini.

Hantaman kuat dari asteroid itu menciptakan panas dan tekanan yang langsung mengubah gelembung karbon menjadi berlian-berlian kecil dengan diameter kurang dari 0,2 mm, nyaris tak bisa dilihat langsung oleh mata manusia.

Pembangunan kota ini diperkirakan dimulai pada abad ke-9 Sebelum Masehi. Kala itu, pemukim tidak sadar kalau batu yang digunakan untuk bangunan mengandung jutaan berlian kecil.

Tanpa mengetahui bahwa batuan yang disebut suevite itu bertabur berlian, bangunan-bangunan tersebut hampir seluruhnya terbuat dari batu yang kaya permata. Hal ini menjadikan Nördlingen sebagai kota yang tidak ada duanya di bumi.

Pada 1960-an, geolog Amerika bernama Eugene Shoemaker dan Edward Chao mendatangi kota ini. Setelah mempelajari Nördlingen lebih lanjut, mereka sadar bahwa kriteria kawah kota itu tidak sama dengan kriteria kawah gunung berapi. Mereka pun mengunjungi kota kecil tersebut dan menemukan bahwa lahan Nördlingen terbentuk dari atas bukan dari bawah.

Dari sana, tidak butuh lama bagi peneliti untuk membuktikan bahwa teorinya benar; mereka hanya butuh menginspeksi dinding dari gereja Nördlingen untuk menemukan gugusan berlian.

"Buku-buku sekolah mengajarkan bahwa bentuk tanah seperti itu disebabkan oleh gunung berapi. Kemudian ditemukan bahwa itu berasal dari asteroid, dan mereka harus mengubah semua buku sekolah," kata warga Nördlingen, Roswitha Feil, dikutip dari BBC.

Tidak lama setelah Shoemaker dan Chao pertama kali mengunjungi Nördlingen, para ahli geologi setempat memperkirakan bahwa tembok dan bangunan kota tersebut mengandung sekitar 72.000 ton berlian. Meskipun suevit dapat ditemukan di bagian lain dunia dari dampak serupa, tidak ada tempat dengan konsentrasi batu permata setinggi di Nördlingen.

"Ada berbagai tempat di dunia yang menggunakan material dari hantaman asteroid sebagai bahan bangunan, tetapi tidak sebanyak ini. Di sini, material itu digunakan untuk membangun seluruh kota," kata seorang geolog dari Museum RiesKrater, Dr Stefan Hölzl.

Tidak hanya bangunan kota yang merefleksikan peristiwa jutaan tahun lalu itu. Di luar area, hutan pinus tumbuh subur karena tanah bercampur dengan material asteroid. Di beberapa area juga ditemukan bekas galian tambang batu-batu suevite.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads