Ada yang Sudah 10 Tahun Tinggal di Rusun Sewa Rp 2.000/Hari, Ini Suka Dukanya

Ada yang Sudah 10 Tahun Tinggal di Rusun Sewa Rp 2.000/Hari, Ini Suka Dukanya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 14 Jan 2026 09:37 WIB
Gedung Rusunawa I di Tebing Tinggi, Sumatera Utara yang harga sewanya Rp 2.000 per hari atau Rp 60.000 per bulan.
Gedung Rusunawa I di Tebing Tinggi, Sumatera Utara yang harga sewanya Rp 2.000 per hari atau Rp 60.000 per bulan. Foto: Agtriza Rizki Harahap
Jakarta -

Rumah susun sewa (rusunawa) di Tebing Tinggi, Sumatera Utara telah menarik perhatian banyak orang. Pasalnya harga sewanya paling murah adalah Rp 60.000 per bulan atau jika dihitung per hari hanya Rp 2.000.

Keberadaan Rusunawa I Tebing Tinggi ini menjadi viral setelah salah satu penghuniya, Agtriza Rizki Harahap, @atriharahap, memperlihatkan beberapa video kesehariannya selama tinggal di sana. Banyak orang tertarik karena pada setiap videonya, ia menyebutkan harga sewa di rusun tersebut.

Atri, sapaan akrabnya mengatakan ia sudah tinggal di Rusunawa I Tinggi Tebing salama 10 tahun. Pada awalnya, ia tidak berniat untuk tinggal di sini karena tidak percaya dengan harga sewanya. Setelah mengalami masalah ekonomi, Atri, suami, dan kedua anaknya lantas pindah ke rusun sewa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya memang ada yang menawarkan, cuma kurang percaya. Takut lah tinggal di situ, nggak maulah. Serem, tinggi bangunannya, kayak mana kalau roboh, gitu pikirnya. Kebetulan ada juga sepupu tinggal di sini. Jadi, lihat rumahnya, lihat dalamnya kan, ternyata bagus. Udah langsung urus berkasnya," jelas Atri kepada detikcom pada Selasa (13/1/2026).

Pada saat pertama kali pengajuannya diterima Atri mendapatkan unit di lantai 4, satu lantai di bawah unitnya sekarang. Pada saat itu, harga sewanya bahkan lebih murah, yakni Rp 1.000 per hari, setengah dari harga sewa bulanan sekarang.

ADVERTISEMENT

"Dulu itu di lantai 5 cuma Rp 1.000 per bulan. Baru naik menjadi Rp 1.500 per harinya. Tahun 2024 baru naik jadi Rp 2.000," kata Atri.

Kemudian, ia pindah ke lantai 5 karena lebih nyaman, bersih, dan biaya sewanya jauh lebih murah dari yang ada di lantai 4.

Atri mengatakan tidak ada bedanya bagian dalam rumah setiap lantai karena sama-sama tipe 24 dengan 1 kamar tidur, kamar mandi, dapur, area jemur pakaian, dan ruang tamu. Ia hanya merasa lantai atas lebih bersih.

Selama 10 tahun tinggal di sana, ia merasa lingkungannya sangat nyaman. Hanya saja, banyak perubahan pada bentuk bangunan. Ia mengatakan saat ini beberapa lorong di lantai 5 hingga ke tangga saat malam hari gelap karena lampu bermasalah.

Selain itu, cat luar gedung banyak yang sudah mengelupas dan kusam. Beberapa rumah juga ditemukan kerusakan seperti dinding retak, atap bocor, pintu rusak, dan masalah pada instalasi listriknya. Unit di lantai bawah juga sempat mengalami kebocoran saluran air. Beberapa unit yang mengalami rusak parah akhirnya dibiarkan kosong oleh pengelola untuk keamanan.

"Pintu-pintunya. Ini pintu rumahku sendiri kan rusak juga. Makanya dikasih kain, kan? Liat di video ada kain jarik. Jadi, di situ sementara, belum bisa diperbaiki. Tetap pakai itu dulu," ujarnya.

Rusun yang sudah berdiri sekitar tahun 2010 ini juga belum dipasang keramik dan akses antara lantai hanya melalui tangga. Bagi dirinya yang tinggal di lantai paling atas, kondisi ini yang menurutnya cukup melelahkan. Namun, selama 10 tahun ini jika terjadi gempa ia tidak merasa begitu khawatir. Sebab, getaran yang terasa tidak kencang sampai mengharuskannya lari kencang turun dari lantai 5 ke bawah.

"Pernah (gempa). Dulu sering. Baru-baru ini ada juga sih. Tapi pusatnya ya nggak pernah di sini. Pusatnya itu ya nanti di Aceh, di Sibolga. Tapi ngerasa getarannya aja sih," ungkapnya.

Di luar masalah tersebut, Atri mengatakan hunian di Rusunawa I Tebing Tinggi masih layak dipakai. Lingkungannya pun masih nyaman untuk ditempati, begitu juga tetangga-tetangga di sekitar rusun. Lingkungannya pun masih aman, meskipun dahulu sempat ada pencurian kendaraan, saat ini keamanan sudah diperketat. Jika ada yang ketahuan mencuri ke unit tetangga, sanksi tegas langsung berlaku, yakni pengusiran.

Tidak hanya itu, beberapa kali pemda setempat juga datang untuk memberikan bantuan renovasi bagian kamar mandi, pintu, hingga pengecatan dinding.

Saksikan Live DetikPagi:



(aqi/aqi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads