Menginjak 10 tahun setelah kepergian sosok David Bowie, rumah masa kecilnya di London tenggara diumumkan akan dipugar dan nantinya dibuka untuk umum. Rumah sederhana dengan fasad putih ini akan memberikan 'pengalaman imersif' kepada pengunjung sembari mengenang sosok legendaris abad 20-an.
Dilansir BBC, rumah yang berada di 4 Plaistow Grove, Bromley itu akan dikembalikan ke tampilan awal tahun 1960-an. Bukan hanya tampilan luarnya saja, interiornya pun akan dikembalikan seperti awal saat Bowie masih tinggal di sana. Di dalamnya akan menyimpan banyak arsip yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh penggemar.
Rencana pemugaran ini dimulai dari Heritage of London Trust yang telah mengakuisisi rumah empat kamar itu. Dana untuk pemugarannya didukung oleh hibah sebesar Β£ 500.000 atau Rp 11 miliar (kurs Rp 22.585) dari Jones Day Foundation, sebuah kelompok nirlaba yang didanai oleh para pengacara dan staf dari firma hukum Jones Day. Ditambah ada dana yang terkumpul dari kampanye penggalangan dana publik yang diselenggarakan bulan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kalian membayangkan rumah ini seperti istana, kenyataannya salah besar. Rumah yang Bowie tempati dari usia 8 tahun hingga 20 tahun ini sangat sederhana, bahkan tidak ada toilet di dalamnya. Kamar tidur Bowie hanya berukuran sekitar 2,7 x 3 meter.
Rumah David Bowie bakal dipugar dan dibuka untuk umum pada 2027 Foto: Heritage of London Trust via BBC |
Meskipun sangat sederhana, di rumah ini Bowie menulis salah satu lagu terkenalnya, Space Oddity. Pada wawancara pada 1990, ia pernah mengungkapkan kamarnya merupakan dunianya.
"Saya punya buku di sana, musik di sana, pemutar piringan hitam. Untuk pergi dari dunia saya di lantai atas ke jalan, saya harus melewati wilayah tak bertuan di ruang tamu," kata Bowie, seperti yang dikutip dari The Guardian pada Jumat (9/1/2026).
Geoffrey Marsh, salah satu kurator pameran David Bowie Is di Museum V&A akan ikut serta dalam proses kurator pemugaran rumah Bowie.
Di dalamnya akan ada banyak barang pribadi Bowie, seperti barang-barang arsip, salinan buku-buku Observer milik Bowie tentang musik dan arsitektur, hingga artefak yang awalnya dipamerkan di V&A adalah foto idola Bowie, Little Richard, yang ia gunting saat berusia sekitar 10 atau 11 tahun dan ditempel di dinding kamar.
"Di salah satu buku itu, dia menulis hasil ujiannya di bagian belakang. Dia juga menulis namanya sebagai David Jones Jr karena dia pernah melewati fase menyukai budaya Amerika, jadi dia memberi dirinya gelar Jr untuk menunjukkan kesetiaannya. Itu sangat menakjubkan," ungkap Marsh.
Teman-teman Bowie, termasuk seniman dan musisi George Underwood serta aktris Dana Gillespie juga membantu memberikan barang berharga yang berkaitan dengan Bowie dalam kunjungan mereka ke rumah tersebut.
Marsh juga menggandeng arsitek konservasi Julian Harrap, yang sebelumnya mengerjakan Museum Sir John Soane dan Pitzhanger Manor and Gallery di Ealing dalam proyek pemugaran ini. Mereka yakin bisa memulihkan desain rumah tersebut persis seperti sekitar tahun 1963, ketika Bowie berusia 16 tahun.
"Kita harus benar-benar berhati-hati karena mungkin ada bukti seperti wallpaper dan warna cat yang terkubur di bawah dekorasi modern. Sebelum pembongkaran dimulai, akan ada penyelidikan yang meneliti semua itu," jelasnya Marsh.
Pemugaran ini ditargetkan akan rampung pada akhir 2027. Ketika nanti bisa dibuka untuk umum, diharapkan rumah ini dapat menjadi tempat penyelenggaraan lokakarya kreatif dan keterampilan bagi kaum muda. Konsep ini terinspirasi dari cabang Beckenham dari gerakan Arts Lab milik Bowie dan dijalankan oleh skema Proud Places dari yayasan tersebut.
"Ini bukan hanya bertujuan sebagai monumen untuk mengenang kreativitas luar biasa David. Industri musik yang membingungkan bagi seorang remaja, jadi sebagian dari proyek ini adalah untuk bekerja dengan anak muda dan menunjukkan kepada mereka faktor-faktor yang membantu David sukses, dan yang mudah-mudahan dapat membantu mereka sukses. Ini adalah platform untuk masa depan," terang Marsh.
Pengumuman pemugaran ini bertepatan dengan hari ulang tahun Bowie pada tanggal 8 Januari serta dua hari sebelum peringatan 10 tahun kematiannya pada tanggal 10 Januari 2016.
Hal ini juga bertepatan dengan peringatan 10 tahun perilisan album terakhir Bowie, Blackstar, yang merupakan salah satu karya terbaiknya. Semasa hidup, penyanyi asal Inggris ini telah menciptakan banyak sekali lagu dengan berbagai genre, mulai dari jazz, rock, hingga hip-hop. Beberapa lagu terkenal dari David Bowie adalah Starman, Life on Mars?, Space Oddity, hingga Heroes.
Bukan hanya lagu-lagunya saja yang membuat namanya melambung, ia juga memiliki selera berpakaian yang unik bahkan menjadi inspirasi bagi rumah mode ternama. Tidak sampai di sana, beberapa properti yang dimilikinya juga sangat artistic. Bahkan rumahnya Pulau Mustique, Karibia dibangun dengan arsitektur, japandi, skandanvian, dan Indonesia lho.
Rumah tersebut dilengkapi dengan bangunan Joglo Jawa yang terbuat dari kayu jati, pintu ruang tamu Bali warna-warni, dan kolam ukir Sumbawa. Namun, rumah tersebut sudah dijual sejak 2016. Ia juga sempat bermain di layar lebar. Bowie tutup usia pada usia 69 tahun karena kanker hati yang telah diperjuangkan selama 18 bulan lamanya.
(aqi/das)











































