Daya Anagata Nusantara (Danantara) membangun 15.000 hunian sementara (huntara) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan 2 minggu ke depan sejumlah huntara yang tengah dibangun akan rampung.
Hal ini ia ungkapkan lewat unggahan resmi di akun @sekretariat.kabinet. Teddy tidak menyebutkan jumlah huntara yang akan rampung pada 2 minggu ke depan. Namun, lokasi huntara tersebut berada di Aceh Utara, Aceh Pidie, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Agam.
"Terkait Danantara, perkembangan pembangunan rumah hunian yang dibangun Danantara. Dalam 2 minggu ke depan tambahan rumah hunian di Aceh Utara, Aceh Pidie, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman dan Agam akan jadi dan siap digunakan," tulisnya seperti dikutip detikcom pada Kamis (8/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teddy juga mengungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang membangun rumah hunian di Aceh dan ditargetkan akan rampung pada awal Februari. Di samping itu, mereka juga mempercepat pemulihan beberapa fasilitas umum.
"Kementerian Pekerjaan Umum, seiring pembersihan dan pemulihan kembali seluruh fasilitas umum (jalan, rumah sakit, sekolah, pasokan air dan perkantoran) secara masif dan cepat, Kementerian PU juga sedang membangun rumah hunian di Aceh yang akan jadi pada awal Februari," tulisnya pada poin kedua progres.
Sebulan pascabencana, pemerintah tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah terutama bupati dan wali kota terkait permintaan rumah pengganti yang rusak imbas bencana. Pihaknya mendapat laporan ada warga yang ingin disiapkan rumah, pindah ke daerah lain, hingga ingin memperbaiki rumah sendiri.
"Setelah 1 bulan pascabencana, Pemerintah terus berkoordinasi dengan setiap Bupati dan Wali Kota dikarenakan keinginan warga terdampak yang beragam terkait hunian. Ada yang ingin disiapkan hunian, ada yang ingin memperbaiki sendiri, ada yang ingin pindah daerah mengikuti keluarganya yang lain, dan lain sebagainya. Pemerintah secepat mungkin membangun hunian, untuk kemudian para Bupati yang memobilisasi warga yang menempatinya," ujarnya dalam poin ketiga.
Ketiga poin tersebut merupakan hasil laporan dari pertemuan yang diadakan di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta pada Rabu (7/1/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Direktur Utama Waskita, Adhi Karya, Wijaya Karya (WIKA), Nindya Karya, Hutama Karya (HK), Pembangunan Perumahan (PP), dan Brantas Abipraya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 15.000 huntara akan dibangun oleh Danantara dan rampung dalam 3 bulan. Hal ini disampaikan oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani dalam Rapat Koordinasi di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026)
"Dan rencananya dalam waktu 3 bulan ke depan, insyaallah kita bisa menyelesaikan 15 ribu rumah," kata Rosan Roeslani seperti dikutip dari detikNews pada Jumat (2/1/2026).
Pembagiannya, sebanyak 12.000 unit huntara akan dibangun di Aceh. Sisanya, 2.000 unit di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara serta 500 unit di Sumatera Barat.
"Terbagi di tiga provinsi: Aceh kurang lebih 12 ribu unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumatera Barat 500 unit," ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 600 hunian semetara (huntara) di Aceh Tamiang yang juga dibangun oleh Danantara ditargetkan selesai dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.
(aqi/das)










































