Program Bebas Pajak Diyakini Tak Mujarabat buat Rangsang Pasar Apartemen

Program Bebas Pajak Diyakini Tak Mujarabat buat Rangsang Pasar Apartemen

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 08 Jan 2026 07:30 WIB
Program Bebas Pajak Diyakini Tak Mujarabat buat Rangsang Pasar Apartemen
Ilustrasi Apartemen. Foto: Getty Images/iStockphoto/elxeneize
Jakarta -

Pemerintah telah memperpanjang program insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian rumah tahun ini, baik tapak maupun vertikal. Lantas, apakah insentif ini dapat mendongkrak penjualan apartemen di 2026?

Menurut Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto insentif PPN DTP tidak sepenuhnya dapat mendorong penjualan apartemen. Alasannya pemberlakuan PPN DTP yang periodenya hanya per tahun, tidak sepenuhnya menjamin kondisi pasar.

Proyek apartemen dibangun selama 2-3 tahun lamanya, baru setelah itu bisa diberikan kepada konsumen. Penjualannya bisa sebelum pembangunan selesai atau saat unit jadi. Sementara insentif PPN DTP hanya bisa diberikan kepada apartemen yang unitnya sudah siap huni. Oleh karena itu, selama masa pembangunan apabila ada transaksi penjualan, konsumen tidak dapat mengklaim insentif pajak karena unitnya belum jadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya inilah yang membuat dari sisi supply-nya (penyediaan unit) tidak terlalu banyak. Karena orang khawatir kalau bikin banyak-banyak nanti tahun habis, itu peraturannya nggak berlaku lagi. Terus nggak bisa ngejar keuntungan dari PPN DTP," terang Ferry dalam dalam acara Colliers Indonesia Virtual Media Briefing Q4 2025 secara daring pada Rabu (7/1/2026).

"Padahal PPN DTP itu sangat signifikan pengaruhnya. Karena kan kalau 10 persen atau 11 persen dari harga (apartemen) Rp 1 miliar itu Rp 100 juta lebih yang mereka bisa hemat. Sebenarnya itu menarik. Tapi karena dia interval aturannya itu dibuat setahun-setahun, ini menimbulkan ketidakpastian," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Beruntungnya, Kementerian Keuangan telah menjanjikan bahwa PPN DTP akan berlaku sampai 2027 dan ini telah diumumkan sejak 2025. Ada kepastian 2 tahun sebelumnya mengenai kebijakan insentif PPN ini.

Meski dinilai tidak dapat menggairahkan sektor rumah vertikal, PPN DTP tetap dapat memberikan keringanan kepada konsumen yang membeli apartemen siap huni. Namun, keberadaannya tidak akan memberikan perubahan yang besar pada sektor ini.

"Selama insentif PPN DTP berlanjut dan developer menjaga strategi yang realistis, pasar apartemen Jakarta kemudian akan bergerak pelan tapi lebih sehat. Cuma memang kita nggak bisa berharap bahwa ini akan bergerak cepat. Tapi paling tidak ada pergerakan yang lebih positif. Itu menandakan pasar sudah mulai sehat," kata Ferry.

Berdasarkan data Colliers Indonesia, dalam periode 2026-2028 akan ada tambahan pasokan yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Kelas menengah dan menengah atas akan menjadi kontributor utama pasar. Tujuan pembeliannya sebagian besar memang untuk dihuni dan digunakan, sementara 48 persennya dibeli untuk investasi.

Harga apartemen yang dijual diproyeksi akan menyentuh angka Rp 37 juta di 2026. Transisi dari tahap konstruksi ke siap huni pada proyek yang sama diproyeksikan mendorong kenaikan harga hingga 1 persen.

Berdasarkan data di 2025, harga jual apartemen berdasarkan area, tertinggi berada di Central Business District (CBD) yakni sekitar Rp 55 juta per meter persegi. Disusul Jakarta Selatan sekitar Rp 40 juta per meter persegi, Jakarta Pusat Rp 38-39 juta per meter persegi, Jakarta Barat Rp 29 juta per meter persegi, Jakarta Utara Rp 28 juta per meter persegi, dan Jakarta Timur Rp 21 juta per meter persegi.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads