Presiden Prabowo Subianto menyoroti atap hunian sementara (huntara) korban banjir Sumatera di Aceh Tamiang. Ia menyebut bahan seng yang digunakan membuat hawa hunian menjadi panas.
"Saya tanya bagaimana ini seng panas, coba dipikirkan kalau bisa kita kasih apa, solusi," kata Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).
Hal itu disampaikan dalam rapat bersama deretan menteri dan direktur utama BUMN di Aceh Tamiang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta solusi untuk memperbaiki kondisi tersebut. Menurutnya bahan lokal atau sederhana cukup membantu sehingga tidak perlu menggunakan bahan bangunan yang mahal.
Untuk diketahui, huntara tersebut dibangun oleh Danantara Indonesia. Rencananya akan ada 15 ribu huntara yang dibangun di tiga provinsi. Tahap awal pembangunan sebanyak 600 unit di Aceh Tamiang.
Penjelasan Bos Danantara soal Atap Huntara
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahan yang digunakan untuk membangun huntara. Ia menyebutkan dinding terbuat dari glass reinforced concrete (GRC). Untuk bagian atap, menggunakan bahan baja ringan dan zincalume.
Sebagai informasi, zincalume adalah material yang terbuat dari kombinasi aluminium, seng, dan silikon, dikutip dari MRA Roofing and Construction. Kombinasi tersebut menjadikan zincalume opsi material atap yang tahan lama, dapat didaur ulang, dan ramah lingkungan.
"Atapnya itu kita pakai baja ringan dan juga pakai zincalume. Jadi itu untuk ada lapisan aluminiumnya supaya nggak terlalu panas gitu," kata Rosan saat dihubungi detikProperti, Jumat (2/1/2026).
Bahan zincalume memiliki lapisan aluminium agar rumah tidak terlalu panas. Akan tetapi, pihaknya sedang mencari bahan tambahan supaya hunian lebih tahan terhadap panas.
Penampakan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Foto: YouTube Sekretariat Presiden |
"Supaya lebih baik lagi, sedang kita lihat (opsi) bahan-bahannya," tuturnya.
Hal itu dilakukan untuk mengikuti masukkan dari Prabowo. Adapun bahan seng disebut membuat hunian menjadi panas.
"Supaya bikin lebih nyaman lagi, arahan beliau (Presiden Prabowo Subianto) mungkin bisa dilapisin lagi," ucapnya.
Alternatif Bahan Atap yang Adem
Terpisah, kontraktor dari Rebwild Constructions, Wildan, menjelaskan atap yang terbuat dari seng memang membuat rumah jadi panas. Atap seng bentuknya tipis dan merupakan penghantar panas yang baik.
Menurutnya, alternatif terbaik selain seng adalah spandek pasir. Walau lebih mahal, atap ini menjadi pilihan terjangkau untuk membangun hunian yang lebih adem.
"Spandek pasir masih jadi opsi terbaik," kata Wildan kepada detikProperti.
Spandek pasir cenderung lebih aman terhadap panas. Pasalnya, permukaan atap memiliki lapisan pasir buat meredam panas.
Jika masih menggunakan atap seng, ia menyarankan untuk memasang lapisan insulasi panas, plafon, kipas exhaust, serta jendela dengan ventilasi silang.
"Intinya kalau atapnya seng, sirkulasi udara dalam ruangan harus baik," ucapnya.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)












































