Wali Kota New York Zohran Mamdani yang baru saja dilantik mengatakan hari pertamanya menjabat menandai langkah awal membangun pemerintahan untuk semua warga New York. Ia pun langsung menandatangani tiga perintah eksekutif untuk mengatasi krisis perumahan.
"Kita telah meletakkan fondasinya, dan sekarang saatnya untuk mewujudkan agenda keterjangkauan kita, mengatasi tantangan yang dihadapi warga New York, dan mengantarkan era baru bagi Kota New York - era yang membuktikan bahwa pemerintah dapat memberikan manfaat bagi kaum pekerja," ujar Mamdani dikutip dari ABC7 New York, Sabtu (2/1/2026).
Perintah eksekutif pertama akan menghidupkan kembali Kantor Pelindungan Penyewa. Fungsinya sebagai badan koordinasi pusat untuk membela hak-hak penyewa, menghadapi pemilik rumah, serta memastikan lembaga-lembaga kota bertindak cepat atas penyewa yang menghadapi kondisi tidak aman atau ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini, pada hari pertama pemerintahan baru ini, pada hari di mana begitu banyak pembayaran sewa jatuh tempo, kami tidak akan menunggu untuk bertindak. Kami akan membela para penyewa di kota ini," ucapnya.
Sementara itu, dua perintah eksekutif lainnya menciptakan satuan tugas baru yang berkaitan dengan akselerasi pembangunan. Satgas tersebut adalah inventarisasi lahan jalur cepat (LIFT) dan penyederhanaan prosedur untuk mempercepat pembangunan yang adil (SPEED).
Satgas LIFT atau Land Inventory Fast Track akan mengidentifikasi properti milik kota yang cocok untuk pengembangan perumahan. Sementara itu, SPEED atau Streamlining Procedures to Expedite Equitable Development akan mengidentifikasi dan menghilangkan penghalang birokrasi atau izin yang meningkatkan biaya atau memperlambat konstruksi perumahan.
Soal masa depan Dewan Pedoman Sewa, Mamdani yakin dewan itu akan menilai kondisi penyewa untuk unit sewa yang distabilkan di seluruh kota. Dewan Pedoman Sewa bakal menemukan para penyewa sangat membutuhkan bantuan.
Selain itu, penjelasan tersebut disampaikan Mamdani di apartemen dengan harga sewa yang distabilkan. Tepatnya bangunan di 5 Clarkson Avenue, Brooklyn, yang mana penghuninya mengancam akan mogok bayar sewa.
Bangunan milik Pinnacle Realty itu termasuk dalam bangunan yang sedang proses pailit dan akan segera dilelang. Properti ini juga disebut menempati peringkat keenam dalam daftar pemilik properti terburuk di Kota New York menurut Mamdani.
Dia mengatakan pemerintah kota akan mengambil tindakan dalam kasus kebangkrutan tersebut. Pemerintah juga bakal turun tangan untuk mewakili kepentingan kota dan para penyewa.
"Kota New York tidak kekurangan alat atau taktik. Kota New York hanya kekurangan niat," katanya mengenai tindakan hukum kota tersebut terhadap pemilik properti Pinnacle.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)











































