Rumah milik aktor di film KKN di Desa Penari, Diding Boneng, dikabarkan ambruk pada Minggu (28/12/2025). Rumah ini usianya sudah mencapai 100 tahun, warisan dari kakek dan neneknya.
Kediaman tersebut berada di kawasan Matraman, Jakarta Pusat. Tepatnya di dalam gang yang hanya bisa dilalui satu motor dan area padat penduduk. Bagian yang ambruk berada di bagian tengah sehingga bagian depan dan belakang rumah layaknya bangunan yang berbeda.
Tim detikcom berkesempatan mengunjungi rumahnya pada Rabu (31/12/2025). Ketika sampai di tengah rumah, terlihat bagian atap memakai rangka kayu jati sebagai penopang utama. Kemudian, rangka atap tempat genteng dipasang terbuat dari bambu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi rangka kayu pada atap setelah runtuh terlihat sudah lapuk berwarna coklat tua kehitaman dan patah. Sementara, rangka bambu masih terlihat bagus, tidak ada perubahan warna, masih seperti bambu pada umumnya. Namun, karena rangka kayu utamanya patah, bambu yang menopang genteng ikutan rusak dan ambruk.
Sementara itu, untuk bagian tembok tidak memakai batu bata sama sekali atau jenis bata lainnya. Rangka utama rumah memakai kayu jati. Kemudian, dindingnya terbuat dari papan tipis seperti gypsum yang menutupi lapisan anyaman dari bambu atau sering disebut bilik. Kedua lapis dinding tersebut dicat rapi sehingga tampilannya mirip seperti dinding bata yang sudah diaci dan dicat.
"Dan dulu tidak pakai batu. Kayu jati. Bilik biasa, ditambel sama pasir dan kapur, dicampur sabut kelapa, jadi mereka saling pegang. Rapi, kalah tembok, dan kuat bertahun-tahun, Jadi nggak ada batunya," kata Diding kepada media saat ditemui pada Rabu (31/12/2025).
Atap Rumah Diding Boneng Sering Bocor
Menurut anak ketiga Diding, Syenny, atap rumah mereka sering bocor. Lokasi bocornya hampir di seluruh bagian rumah. Kebocoran ini sudah berlangsung anak-anak Diding beranjak dewasa.
"Kalau bocor itu memang udah lama banget. Mungkin dari kita menjelang dewasa itu udah mulai bocor. Memang kan ini kondisinya memang terlalu tua," kata Syenny.
Air yang masuk ke rumah bukan hanya tetesan, sudah seperti air mancur pada beberapa bagian. Setiap hujan, mereka harus menyiapkan wadah yang bahkan terkadang tidak cukup untuk menampung.
Ketika hujan deras, beberapa kali anggota keluarganya ada yang memutuskan mengungsi sementara karena kondisi bocor yang parah.
"Memang kita berteguh gitu kalau hujan. Jadinya nggak bisa (di rumah) soalnya di sini udah rata semua bocor gitu, jadinya nggak bisa," ujarnya.
Renovasi Sudah Dimulai Minggu Ini
Rumah Diding Boneng yang ambruk sudah mulai dibangun ulang Foto: Sekar Aqillah Indraswari |
Renovasi sudah dimulai sejak Selasa (30/12/2025). Ia mengaku semua persiapannya dibantu oleh Ketua RT/RW 12/8.
Pantauan tim detikcom di lokasi, renovasi dimulai dari area tengah, titik awal atap ambruk. Semua sisa reruntuhan sudah dibersihkan. Tidak ada lagi kerangka kayu dan bambu, lantai, hingga dinding.
Terdapat 2 tukang di lokasi yang bekerja pada hari ini. Mereka sudah memasang besi beton atau besi tulangan dan hebel. Perabotan dan barang pribadi mulai dipindahkan ke rumah tetangga karena hari ini bagian depan rumah akan dihancurkan agar bisa dibangun ulang. Terakhir, area belakang berupa dapur dan kamar mandi yang akan dibongkar.
Menurut Ketua RW 8, Kholid, pembangunan ulang rumah Diding Boneng tidak melibatkan arsitek. Mereka akan membangun ulang dengan bantuan 4 tukang dan warga sekitar.
Dapat Banyak Bantuan dari Berbagai Pihak
Sejak kabar rumah Diding Boneng ramai diberitakan, sudah banyak bantuan masuk, seperti bantuan dana dari Palang Merah Indonesia (PMI), bantuan Bedah Rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Badan Amil Zakat, Infak, dan Sadaqah (BAZIS) DKI Jakarta bersama Pemerintah Jakarta Pusat, dana dari RT/RW 12/08, hingga bantuan dari teman, kerabat keluarga, dan tetangga.
Walikota Jakarta Pusat Arifin saat berkunjung ke rumah aktor berusia 75 tahun tersebut menyampaikan akan memberikan bantuan berupa Bedah Rumah dan biaya sewa kontrakan selama 1-2 bulan.
"Kita punya program bersama Baznas BAZIS DKI. Memang ada program kita yang namanya program Bedah Rumah, juga dari kolaborasi pemerintah Kota Jakarta Pusat dengan BAZIS Jakarta Pusat. Jadi bentuknya bukan uang, tapi perbaikan rumah," ujar Arifin.
(aqi/das)











































