Film Avatar: Fire and Ash baru saja tayang pada 17 Desember lalu dan sudah menarik perhatian sebagai tontonan hangat di akhir tahun ini. Film Avatar: Fire and Ash merupakan film ketiga garapannya yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk tayang.
Berbicara mengenai Avatar dan jalan ceritanya yang sudah diperkenalkan sejak 2009, ada sosok master atau otak di balik pembuatan film ini, yakni James Cameron. Ia adalah sutradara sekaligus penulis untuk film ini. Ia bersama timnya, membuat konsep dasar, mengembangkan cerita beserta konfliknya, mengeksekusinya hingga menjadi karya yang layak ditonton.
Meskipun sebelumnya ia telah sukses dengan film Titanic, series film Avatar mengantarkannya menjadi miliader. Menurut Forbes, sutradara berusia 71 tahun ini telah mengantongi kekayaan US$ 1,1 miliar atau setara dengan Rp 18,45 triliun (kurs Rp 16.784).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kekayaannya juga ada yang berbentuk properti berupa rumah-rumah mewah hingga peternakan. Koleksi propertinya ini sudah diketahui publik bahkan sebelum namanya naik berkat Titanic.
Saat ini ia menetap di Selandia Baru sejak 13 tahun lalu. Dilansir dari media lokal Selandia Baru, RNZ, ia baru saja mendapat kewarganegaraan Selandia Baru pada Agustus 2025.
Ia diketahui memiliki lebih dari 1.500 hektar lahan di South Wairarapa dan telah tinggal bersama keluarganya di sana sejak 2012. Bahkan film kedua Avatar: The Way of Water, sebagian besar dibuat di Selandia Baru dengan pengambilan gambar di Auckland dan Wellington.
Dilansir Architectural Digest, Cameron juga memiliki lahan pertanian seluas 2.500 hektar di sekitar Danau Pounui, Pulau Selatan (South Island), Selandia Baru, yang dilaporkan dibelinya seharga US$ 16 juta atau Rp 268 miliar. Terletak sekitar lima mil di pedalaman dari garis pantai Palliser Bay. Properti ini memiliki pemandangan pegunungan Pulau Selatan yang membingkai satu sisi lahan dan dekat dengan Antartika sekitar 2.000 mil di selatan.
Cameron diketahui memiliki beberapa properti, tetapi saat ini kabarnya sudah banyak yang dijual. Salah satunya adalah sebuah bangunan dan peternakan di California seluas 100 hektar, termasuk rumah 744 meter persegi. Ia telah membeli bangunan dan lahan di tepi laut tersebut sejak 1999, tetapi dilepas pada 2023 lalu.
Kemudian, Cameron sempat membeli perkebunan anggur di Pulau Vancouver pada 2014 seluas 84 hektar. Perkebunan tersebut memiliki beberapa bangunan, seperti ruang mencicipi anggur, bar anggur, dan tempat penyimpanan peralatan. Sutradara tersebut akhirnya menjual properti itu pada tahun 2020 seharga US$ 5,9 juta atau Rp 99 miliar.
Ia juga pernah membeli lahan di Malibu sekitar 750 hektare dari 1999-2000. Kemudian, ia membangun sebuah rumah mewah sederhana di Calabasas. Setelah 15 tahun mempertahankan rumah lamanya, ia membeli rumah kedua di sampingnya seharga US$ 4,4 juta atau Rp 73 miliar. Namun, lahan dan kedua rumah tersebut sudah dijual pada 2021 lalu.
(aqi/das)










































