Kabar buruk datang dari kawasan Koja, Jakarta Utara, sebuah bangunan parkir ambruk. Bangunan dua lantai itu tiba-tiba roboh usai warga mendengar suara retakan bangunan.
Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, dikutip dari detikNews. Penyebab bangunan roboh pun masih diselidiki.
"Pada saat anak-anak bermain, terdengar suara retakan, lalu anak-anak berlari menjauh menghindari reruntuhan bangunan," kata Isnawa kepada wartawan, Kamis (25/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab Bangunan Ambruk Menurut Ahli
Menurut Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto, ambruknya bangunan parkir bisa karena kegagalan struktur. Hal itu disebabkan oleh kesalahan perhitungan struktur atau pengerjaan yang tak sesuai desain struktur.
"Itu sudah pasti karena kegagalan struktur. Kegagalan struktur itu ya diakibatkan oleh salah perhitungan struktur atau pengerjaannya yang tidak mengikuti desain struktur yang ada," ujar Teguh saat dihubungi detik Properti, Sabtu (27/12/2025).
Teguh menyebut kemungkinan pertama, bangunan tidak memiliki desain struktur yang dibuat oleh ahli struktur. Padahal, setiap perencanaan pembangunan harus ada desain tersebut agar bangunan kokoh.
Kemungkinan kedua adalah kontraktor tidak mengikuti desain struktur saat mengerjakan pembangunan. Kondisi ini biasanya terjadi karena ingin menghemat biaya pembangunan.
Pihak yang Bertanggung Jawab Harus Dicari
Menurut Teguh, bangunan tersebut roboh kemungkinan akibat kegagalan struktur. Tak cukup mencari penyebab, ia menekankan perlu ada penyelidikan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas kejadian itu.
"Harus ada yang bertanggung jawab. Artinya apa, ya harus ada yang dipanggil polisi atau diselidiki pihak berwajib, ada ataupun tidak ada korban jiwa," katanya.
Ia menyebut orang yang bertanggung jawab atas robohnya sebuah bangunan harus mendapat sanksi hukum. Semua yang melanggar peraturan harus dikenakan hukuman supaya ada efek jera.
Ciri-ciri Struktur Bangunan Tak Kokoh
Di samping itu, Teguh mengatakan penghuni bisa memperhatikan tanda-tanda struktur bangunan tidak kokoh. Terdapat beberapa tanda bangunan suatu hari bakal ambruk.
"Paling tanda-tandanya ada retakan. Kedua, bangunannya turun. Itu perlu diwaspadai," imbuhnya.
Bangunan yang strukturnya bermasalah bisa muncul retakan yang cukup dalam dan lebar. Retakan tersebut diakibatkan oleh struktur tidak kuat menahan beban bangunan maupun isinya.
Kemudian, bangunan turun bisa dilihat dari bangunan yang tadinya di atas permukaan tanah, lama-lama ambles, semakin turun posisinya. Bangunan juga bisa miring, terasa ketika penghuni berjalan di dalamnya. Lantainya miring dan retak serta pintunya tidak bisa ditutup dengan benar.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/abr)











































