Momen perayaan Natal identik dengan dekorasi yang meriah, mulai dari ornamen berwarna merah sampai pohon cemara. Nah, pohon Natal sering kali digunakan untuk menghiasi interior rumah.
Namun, kenapa pohon cemara bisa menjadi dekorasi khas Natal ya? Temukan asal usulnya berikut ini.
Dikutip dari History, Jumat (26/12/2025), jauh sebelum agama Kristen terkenal, tumbuhan dan pohon yang berwarna hijau sepanjang tahun mempunyai arti spesial pada musim dingin. Orang zaman dulu suka mendekorasi rumah dengan pohon pinus dan cemara ketika musim perayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menggantung tumbuhan hijau abadi pada pintu dan jendela. Banyak negara pun meyakini tumbuhan hijau abadi dapat menangkal penyihir, hantu, roh jahat, dan penyakit.
Selain itu, banyak orang zaman dulu percaya matahari adalah dewa. Setiap musim dingin datang, dewa matahari menjadi sakit dan lemah.
Untuk itu, mereka merayakan titik balik musim dingin, yakni hari terpendek dan malam terpanjang dalam setahun. Biasanya momen itu jatuh pada 21-22 Desember di belahan Bumi utara.
Pada periode itu, mereka meyakini dewa matahari akhirnya akan mulai pulih. Tumbuhan hijau abadi pun mengingatkan mereka tanaman hijau akan tumbuh kembali.
Kemudian, tradisi pohon Natal sebagai dekorasi diawali di Jerman. Pada abad ke-16, beberapa sumber mencatat umat Kristen membawa pohon Natal yang dihias ke dalam rumah. Beberapa orang membuat piramida Natal dari kayu dan menghiasinya dengan tanaman hijau dan lilin.
Sebagian besar orang Amerika Serikat melihat pohon Natal sebagai suatu keanehan, bahkan sampai menolaknya pada abad ke-19. Catatan pertama soal penebangan pohon Natal untuk dipajang berasal dari 1820-an di komunitas Jerman di Pennsylvania. Padahal, tradisi pohon Natal mungkin sudah ada di sana lebih awal.
Sikap orang AS terhadap pohon Natal berubah berkat Ratu Victoria. Pada 1846, Ratu Victoria dan suaminya yang seorang berdarah Jerman, Pangeran Albert, digambarkan sedang mengelilingi pohon Natal bersama anak-anak mereka oleh London News.
Ratu Victoria amat dicintai masyarakat sehingga apa yang dilakukannya menjadi sebuah tren. Tak hanya orang Inggris, pohon Natal juga mulai trendi di kalangan masyarakat Amerika Pantai Timur.
Pada awal abad ke-20, orang AS tampak mendekorasi pohon Natal dengan ornamen buatan sendiri. Kehadiran listrik pun memungkinkan pohon Natal dihias dengan lampu berkilau.
Dengan begitu, pohon Natal mulai muncul di alun-alun kota di seluruh negeri. Pohon Natal di rumah akhirnya menjadi tradisi Amerika.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/das)










































