Salah satu ciri khas dekorasi saat Natal adalah penggunaan warna merah dan hijau. Ternyata pemilihan warna ini memiliki filosofi yang mendalam bukan sekadar pemilihan asal-asalan.
Menurut Reader's Digest, penggunaan kedua warna tersebut bermula berabad-abad yang lalu dari orang-orang Celtic kuno yang menghormati tanaman holly berwarna merah dan hijau karena dapat bertahan hidup di musim dingin.
Saat ini pun banyak hiasan Natal memakai tanaman ini, baik asli maupun buatan. Mereka percaya bahwa tanaman tersebut membawa perlindungan dan keberuntungan bagi keluarga. Warna dari tanaman tersebut pun berkembang menjadi tradisi dalam dekorasi Natal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Southern Living ada juga yang menyebut asal usul penggunaan warna merah dan hijau melambangkan kehidupan Yesus. Merah adalah darah Yesus Kristus dan hijau adalah pohon cemara yang melambangkan kehidupan kekal karena warnanya tidak berubah sepanjang musim dingin. Kedua warna ini juga melambangkan daun dan buah beri holly yang mewakili mahkota duri di kepala Yesus di kayu salib.
Selain itu, warna merah bisa bertahan hingga saat ini karena pengaruh dari iklan merek minuman terkenal, yakni Coca Cola. Haddon Sundblom, ilustrator di balik iklan Sinterklas ikonik Coca-Cola yang memakai merah sebagai warna Natal. Hal ini pun terekam oleh sejarah sebagai warna original dari Sinterklas. Padahal sebelumnya warnanya berbeda-beda.
Berdasarkan tinjauan Eckstut, juga menyebutkan hal yang sama bahwa warna merah bermula dari penggunaan oleh Coca-Cola. Dalam iklan tersebut digambarkan bahwa Sinterklas adalah sosok yang tua, gemuk, berambut putih, dan berbaju merah. Sementara hijau dari warna tanaman holly.
Archie Lee dari D'Arcy Advertising Agency meminta seniman bernama Haddon Sundblom menyempurnakan rupa Sinterklas. Sosok Sinterklas disesuaikan dengan citranya yang disebutkan dalam puisi karya Clement Clarke Moore berjudul A Visit From St Nicholas. Dari sana, Sinterklas lebih digambarkan sebagai laki-laki tua yang periang.
Sebenarnya gambaran Sinterklas sebelumnya telah dibuat oleh kartunis politik yakni Thomas Nast untuk majalah Harper's Weekly pada 1862. Namun, Coca-Cola yang telah membuat penggambaran yang paling melekat di bayangan masyarakat bahkan hingga saat ini.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/abr)











































