Derita Warga Serpong yang Rumahnya Nyaris Terkubur Sampah: Sesak Nafas-Gatal!

Derita Warga Serpong yang Rumahnya Nyaris Terkubur Sampah: Sesak Nafas-Gatal!

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Kamis, 11 Des 2025 16:13 WIB
Rumah warga di samping TPA Cipeucang
Rumah Agus yang ada di dekat TPA Cipeucang. Foto: Almadinah Putri Brilian
Jakarta -

Warga Serpong yang tinggal mepet dengan TPA Cipeucang, Agus (50), mengaku kerap merasakan sesak napas. Hal itu karena bau sampah yang menyengat.

Agus memang sudah lama tinggal di rumahnya yang sekarang 'menempel' dengan TPA Cipeucang. Ia mengatakan, dulu di daerah rumahnya udaranya masih segar tapi itu semua berubah ketika sampah kian menumpuk di TPA tersebut.

Ketika berkunjung ke rumah Agus pada Rabu (10/12), tim detikcom merasakan aroma sampah sudah merasuki hidung ketika melewati Jalan Raya Serpong dekat Bintan Indah. Semakin mendekati kawasan rumah Agus, bau sampah semakin menusuk, bahkan sampai menempel di pakaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus yang sudah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan bau sampah mengaku sering merasa sesak napas. Apalagi jika tidak menggunakan masker, ia merasa engap.

"(Sesak napas) sudah dari dulu-dulu, cuma yang rada parah pas makin ke sini. Dampak yang parah ini sekitar 2 tahun ke sini," katanya ketika dihubungi detikcom, Kamis (11/12/2025).

ADVERTISEMENT

Meski merasa sesak napas, Agus mengaku belum pernah berobat ke dokter karena merasa trauma. Dulu ia sempat merawat salah satu anaknya sebelum akhirnya meninggal dunia dan sejak saat itu ia trauma untuk pergi ke dokter.

Tak hanya sesak napas, ia juga merasakan gatal-gatal akibat tinggal di dekat TPA Cipeucang. Hal ini juga dirasakan anggota keluarga lainnya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya.

"Gatal-gatal sudah pasti itu. Ini Adek, Ibu juga pada gatal-gatal, bentol merah, pada bintik-bintik gitu," tuturnya.

Sebagai informasi, Agus sudah tinggal di sana bahkan dari sebelum ia lahir. Dan dulu, kondisinya belum seperti sekarang yang dikelilingi bau sampah yang menyengat.

"Bukan dari lahir lagi, sebelum ada TPA juga sudah di sini nenek moyang punya tanah itu. Sebelum ini juga, nenek moyang sudah punya tanah di sini," tuturnya saat ditemui detikcom, Rabu (10/12/2025).

TPA Cipeucang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun. Pun ketika beroperasi, dulu belum sebanyak ini sampahnya tapi lama-lama semakin menggunung karena sampah berasal dari beberapa daerah.

Akibat dari overloadnya TPA Cipeucang, Agus kesulitan mengakses air bersih karena sumurnya tercemar dengan air lindi atau cairan beracun yang berasal dari air yang masuk ke tumpukan sampah. Untuk mengakses air bersih selama empat tahun terakhir, Agus selalu menggunakan air isi ulang untuk mandi, cuci, kakus (MCK) dan air galon untuk minum. Baru sekitar lima bulan belakangan ini, ia mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah setempat.

Agus sudah sering melaporkan keluhannya ke pemerintah daerah dan dinas terkait. Tapi butuh waktu lama untuk keluhannya ini ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Di sisi lain, Agus mengakui, pemerintah daerah sudah memberikan kompensasi berupa uang Rp 250.000 per KK per tahun. Namun ia merasa tidak sepadan dengan apa yang harus dirasakannya setiap hari yang menghirup bau menyengat hingga rawan terjadi banjir.

"Kecuali dalam arti (warga) yang jauh, ya wajar (kompensasi segitu). Kita merasa keberatannya lagi di situ. Yang jauh disamaratakan dapatnya segitu," tuturnya.

Beberapa warga RT 006 RW 004 dan Desa Kademangan sempat melakukan unjuk rasa di depan kantor UPTD Cipeucang dan menuntut agar TPA itu ditutup pada Senin (8/12. Berikut ini beberapa tuntutan lainnya yaitu:

1. Penutupan TPA Cipeucang per hari Senin, 8 Desember 2025.

2. Normalisasi saluran air kali seperti dulu lagi.

3. Perapihan sampah di sekitar rumah yang terdampak sampah.

4. Alat berat standby untuk perapihan saluran air dan rumah warga.

5. Penanganan lindi dan bau sampah.

6. Dampak kesehatan dan kompensasi warga yang terdampak.

Agus mengatakan hingga saat ini pembuangan sampah ke TPA Cipeucang sudah dihentikan usai dilakukan unjuk rasa.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads