Rumah Nyaris Tertimbun Sampah, Warga Serpong Minta TPA Cipeucang Ditutup

Rumah Nyaris Tertimbun Sampah, Warga Serpong Minta TPA Cipeucang Ditutup

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Kamis, 11 Des 2025 09:27 WIB
Rumah Nyaris Tertimbun Sampah, Warga Serpong Minta TPA Cipeucang Ditutup
TPA Cipeucang. Foto: Gilang Faturahman
Jakarta -

Warga Serpong, Tangerang Selatan meminta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ditutup. Apalagi, kapasitas TPA Cipeucang sudah dianggap overload bahkan sampai masuk ke tanah milik warga setempat hingga hampir menimbun rumah warga.

Selain itu, kalau hujan lebat, wilayah sekitar TPA Cipeucang bisa terendam banjir. Air banjir itu juga tercampur dengan air lindi dari sampah yang menumpuk di sana. Belum lagi, terkadang juga ada kejadian longsor di TPA Cipeucang.

Menurut Sekretaris RT 006 RW 004, Kampung Curug, Serpong, Tangerang Selatan, Ahidin, ada sekitar enam sampai tujuh rumah, termasuk milik Agus, serta beberapa pabrik yang terdampak akibat TPA Cipeucang yang sudah overload. Bahkan rumah Agus nyaris tertimbun gunungan sampah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahidin juga menyampaikan beberapa warga RT 006 RW 004 serta Desa Kademangan sempat melakukan unjuk rasa di depan kantor UPTD Cipeucang terkait penutupan TPA Cipeucang. Sebab, sampah yang semakin menggunung itu menutup aliran kali sehingga membuatnya meluap dan membanjiri rumah warga sekitar.

"Di sini tempatnya sudah bau, setiap kalau ada hujan banjir terus," katanya saat ditemui detikcom, Rabu (10/12/2025).

ADVERTISEMENT
Banjir di TPA CipeucangBanjir di TPA Cipeucang beberapa hari yang lalu. Foto: Ahidin (warga sekitar TPA Cipeucang)

Selain itu, ada beberapa tuntutan lainnya terhadap UPT Cipeucang. Berikut ini daftarnya.

  1. Penutupan TPA Cipeucang per hari Senin, 8 Desember 2025.
  2. Normalisasi saluran air kali seperti dulu lagi.
  3. Perapihan sampah di sekitar rumah yang terdampak sampah.
  4. Alat berat standby untuk perapihan saluran air dan rumah warga.
  5. Penanganan lindi dan bau sampah.
  6. Dampak kesehatan dan kompensasi warga yang terdampak.

Menurut keterangan Ahidin, sampah di TPA Cipeucang hanya dikeruk untuk nantinya dipindahkan ke atas area tersebut, tidak benar-benar dipindahkan ke area lain. Hal ini juga memicu terjadinya longsoran sampah di TPA Cipeucang.

"Jadi sampah itu hanya dikeruk, dikeruk, dikeruk, tiap hari, cuma nggak pernah diangkut. Cuma dikeruk aja. Ya itu, kalau warga sudah komplain, baru dikeruk," tuturnya.

Ahidin mengatakan, warga setempat mendapatkan kompensasi dari pemerintah daerah sebesar Rp 250.000 per KK per tahun. Namun, warga pun juga mengeluh karena kompensasi itu tidak cukup.

Salah satu seorang warga terdampak TPA Cipeucang, Agus (50), rumahnya nyaris tertimbun sampah. Bahkan sampah-sampah di sana sudah memasuki tanah miliknya hingga patoknya hampir tidak terlihat.

"Ini, samping, belakang, depan, sudah kena semua (nyaris tertimbun)," ujarnya kepada detikcom.

Gunungan sampah TPA Cipeucang di belakang rumah warga sekitarGunungan sampah TPA Cipeucang di belakang rumah Agus. Foto: Zoya Naura

Akibat dari overload-nya TPA Cipeucang, Agus kesulitan mengakses air bersih karena sumurnya tercemar dengan air lindi. Untuk mengakses air bersih selama empat tahun terakhir, Agus selalu membeli air isi ulang untuk mandi, cuci, kakus (MCK) dan air galon untuk minum. Baru sekitar lima bulan belakangan ini, ia mendapatkan bantuan air bersih dari Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan.

Agus mengaku sudah sering melaporkan ke dinas terkait mengenai keadaan TPA Cipeucang yang mengganggu warga sekitar, tapi sering kali tak digubris. Agus juga mengaku sering merasakan sesak napas karena bau sampah yang menyengat.

"Sekarang saya mah ini, suka sesak, agak engap" tuturnya.

Memang, ketika detikcom menuju lokasi, bau sampah sudah tercium bahkan dari Jalan Raya Serpong dekat Batan Indah. Semakin mendekati lokasi, semakin menyengat baunya.

Setelah adanya unjuk rasa, pengangkutan sampah ke TPA Cipeucang mulai dihentikan. detikcom sudah berusaha untuk menghubungi pihak UPTD Cipeucang untuk meminta tanggapan namun belum mendapat jawaban.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads