Siapa Sangka! Studi Ungkap Rumah Hantu Bermanfaat bagi Kesehatan

Siapa Sangka! Studi Ungkap Rumah Hantu Bermanfaat bagi Kesehatan

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 25 Okt 2025 10:02 WIB
Siapa Sangka! Studi Ungkap Rumah Hantu Bermanfaat bagi Kesehatan
Ilustrasi rumah hantu. Foto: WLBT
Jakarta -

Rumah berhantu selalu digambarkan sebagai tempat tinggal dengan tampilan gelap, menyeramkan, mencurigakan, dan tidak nyaman ditinggali baik siang dan malam.

Hal ini yang membuat citra rumah berhantu kurang disukai oleh masyarakat. Meskipun cerita-cerita seram yang disebar itu belum jelas kebenarannya, orang-orang banyak yang jadi enggan mendekat ke rumah tersebut apalagi memasukinya. Alhasil, banyak rumah yang dicap berhantu tidak ditempati dan terbengkalai.

Padahal tidak ada salahnya lho untuk tinggal di rumah berhantu atau sekadar masuk. Sebab, menurut sebuah penelitian yang dilaporkan oleh IFL Science, tinggal di rumah berhantu dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan. Lho kok bisa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mungkin untuk sebagian orang hal ini tidak masuk akal, tetapi ada penjelasan ilmiahnya. Hasil penelitian tersebut menyatakan berada di rumah berhantu bisa membantu menghidupkan sistem adregenic, yang kemudian memicu hormon yang dibutuhkan tubuh untuk merespons 'melawan atau lari', saat kamu stres atau berada dalam bahaya.

Sistem ini mendorong terjadinya kenaikan detak jantung, kewaspadaan dan lainnya, hingga fungsi imunitas dengan cara memodulasi penanda peradangan.

ADVERTISEMENT

Ketika sistem adregenic berjalan, aktivasi sistem imun akan menurun untuk sementara waktu. Dampaknya adalah peradangan yang berkaitan dengan penyakit kronis dapat berkurang.

Para peneliti menyebut perasaan ketakutan bercampur dengan rasa senang sebagai recreational fear. Hal ini sama ketika menonton film horor, pergi ke wahana rumah hantu, atau olahraga ekstrem.

Studi terbaru dilakukan di sebuah wahana rumah hantu. Mereka mengajak peserta dengan peradangan tingkat rendah. Pengukuran dilakukan selama berada di dalam wahana dan setelahnya. Riset ini melibatkan 113 orang relawan berusia rata-rata 29 tahun. Mereka datang ke rumah hantu di Vejie, Denmark. Rumah hantu ini menakut-nakuti pengunjung dengan penampakan badut seram, dikejar-kejar zombie dan hantu yang memegang gergaji mesin.

Detak jantung para peserta diukur menggunakan monitor dan sampel darah diperiksa 3 kali, yakni sebelum masuk ke rumah hantu, keluar rumah hantu dan tiga hari setelah kejadian.

Sampel dianalisis untuk penanda inflamasi (hs-CRP) dan sel imun (leukosit). Studi itu sendiri tidak menemukan perbedaan proporsional dalam kadar hs-CRP pada acara tersebut dan tiga hari setelahnya. Namun, data menunjukkan bahwa paparan rasa takut dapat membantu meredakan peradangan.

Di antara peserta yang memiliki kadar CRP tinggi pada acara tersebut, 82 persen menunjukkan penurunan kadar hs-CRP setelah tiga hari, yang menunjukkan pengurangan peradangan. Jadi, paparan rasa takut tampaknya mengurangi peradangan dan jumlah sel imun pada beberapa peserta. Peradangan tingkat rendah merupakan risiko yang diketahui untuk penyakit kronis sehingga ini mungkin memiliki manfaat tambahan.

Ada beberapa keterbatasan dalam studi ini, yakni peserta bisa saja merokok dan meminum alkohol, tidak ada kelompok kontrol, tidak ada data peradangan dasar untuk peserta, studi ini hanya jangka pendek, dan beberapa pengaruh demografis tidak ada. Meskipun demikian, hasil studi ini menunjukkan bahwa penelitian lebih lanjut tentang rasa takut rekreasional dan sistem imun mungkin diperlukan.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads