Rumah berhantu merupakan sebutan untuk rumah yang diduga dihuni hantu atau sering didapati fenomena mistis di dalamnya. Beberapa rumah berhantu juga memiliki riwayat jarang ditempati atau pernah terjadi kejadian yang menyeramkan di dalamnya.
Rumah berhantu sering dianggap tidak layak ditempati terutama bagi orang-orang yang menghindari hal mistis dan sulit terjual. Ternyata anggapan ini tidak mewakili pendapat banyak orang.
Dilansir New York Post, sebuah studi yang dilakukan Rocket Mortgage bertepatan dengan perayaan Halloween dengan melibatkan 1.037 responden, mengungkap sekitar 674 responden yang berasal dari Amerika atau sekitar 65 persen mengaku bisa menoleransi untuk membeli rumah hantu. Dari sepertiga yang mengatakan hal tersebut, 39 persen mengatakan setuju untuk membeli rumah berhantu dan 26 persen lainnya terbuka terhadap tawaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, sebanyak 17 persen yang memilih tidak akan pernah tinggal atau membeli rumah berhantu.
Bahkan beberapa responden mengaku pernah tinggal di rumah berhantu. Sebanyak 23 persen mengatakan rumah yang mereka tempati saat ini termasuk rumah berhantu dan 13 persen lainnya mengaku mereka pernah tinggal di rumah hantu sebelumnya. Hampir 30 persen responden tidak pernah mengalami fenomena mistis, tetapi percaya akan keberadaan hantu.
Responden yang pernah merasakan atau menemui fenomena mistis, mayoritas mengaku pernah merasakan kehadiran hantu (64%), ada yang pernah mendengar suara misterius (61%), seperti langkah kaki (49%), penampakan (37%), dan objek yang bergerak sendiri (24%).
Uniknya, responden tersebut mengaku kejadian mistis tidak seram. Sebagian besar mengatakan hantu tersebut ramah (43%) dan jail (20%). Sedikit yang menyebutkan penampakan hantu tersebut menyeramkan (18%) atau membuat kesal (8%).
Mayoritas responden pun mengaku santai apabila ada hantu yang menampakkan diri atau mengganggu mereka dalam batas wajar. Mereka mengaku tidak akan pindah (40%). Sebagai gantinya mereka akan mencoba mengusir hantu dengan garam, sage, atau eksorsisme (37%).
Selain karena pengalaman yang ternyata tidak menyeramkan, apa lagi alasan responden tersebut memilih tinggal di rumah berhantu?
Alasannya adalah rumah berhantu umumnya ditawarkan dengan diskon yang besar. Dalam survei tersebut tidak disebutkan besaran diskon yang ditawarkan. Namun, responden setuju untuk membeli rumah berhantu apabila diskonnya sekitar 30-40 persen.
Kemudian, mayoritas responden mengatakan tidak masalah tinggal di rumah berhantu karena mereka sudah biasa dengan hal-hal mistis dan mencari rumah yang dekat dengan tempat kerja. Sebab, saat ini untuk mencari rumah yang nyaman cukup sulit terutama di perkotaan.
(aqi/das)










































