Kalau biasanya bangunan masjid memiliki kubah, masjid yang satu unik banget. Desainnya terinspirasi dari kapal dan bangunannya terapung.
Adalah Masjid Apung An-Nur Jakarta. Lokasinya ada di permukaan laut pantai Ancol, Jakarta Utara. Bangunan seluas 2.241 meter persegi ini dirancang oleh arsitek kawakan Indonesia, Andra Matin.
Bangunan masjid terinspirasi dari siluet bahtera kapal yang menjadi representasi kekayaan maritim Indonesia. Konsep tersebut diwujudkan melalui tiga elemen utama, yaitu badan kapal, layar kapal, dan tiang-tiang kapal.
Secara keseluruhan, bentuk masjid dianalogikan sebagai sebuah bahtera besar yang membawa dan menyebarkan syiar agama Islam. Sementara itu, apabila dilihat dari siluet denahnya, bangunan masjid menggambarkan bentuk bulan dan bintang yang menjadi salah satu simbol dalam agama Islam.
Dasar bentuk bangunan yang merepresentasikan bintang memiliki lima sudut, terinspirasi dari lima rukun Islam. Komposisi bangunan dibagi menjadi lima bagian sebagai simbol lima waktu salat dalam sehari.
Masjid ini mampu menampung sekitar 600 jemaah dan pada area plaza bisa menampung sekitar 300 jemaah. Dengan demikian, masjid ini bisa menampung hingga 900 jemaah.
Arti Nama An-Nur
Berdasarkan informasi dari pengurus masjid, An-Nur berasal dari bahasa Arab yang berarti cahaya. Nama ini memiliki harapan agar masjid menjadi tempat yang memancarkan cahaya keimanan, ilmu pengetahuan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh umat.
Awal Mula Pembangunan
Pembangunan Masjid Apung ini sudah direncanakan sejak lama. Awalnya, rencana pembangunan masjid ini dimulai pada 2019 pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, pembangunan sempat terkendala karena adanya pandemi COVID-19.
Pembangunan fisik kemudian dimulai pada 1 Mei 2024 dan selesai pada 29 Juli 2026. Lalu, pada 16 Oktober 2026, masjid ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(abr/das)