Residence, Royal, hingga Vila Sering Jadi Nama Perumahan, Tahu Bedanya Apa?

Residence, Royal, hingga Vila Sering Jadi Nama Perumahan, Tahu Bedanya Apa?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 20 Okt 2026 06:07 WIB
Ilustrasi perumahan.
Ilustrasi perumahan. Foto: Capital Value International Group
Jakarta -

Pemakaian residence, boulevard, vila, royal, park, grove, atau huis pada nama perumahan saat ini sudah menjadi hal lumrah. Ternyata arti setiap nama itu nggak sama lho detikers.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP REI Bambang Ekajaya nama residence, boulevard, vila, royal, park, grove, atau huis memiliki makna masing-masing yang menggambarkan konsep perumahan tersebut. Begini perbedaannya.

1. Residence

Salah satu nama yang sering digunakan adalah residence. Kebanyakan juga meletakkan nama ini di belakang. Menurut Bambang, penggunaan residence ketika konsep perumahan tersebut skala menengah ke besar dan memiliki beberapa kluster dan keamanan yang terpadu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Residence itu banyak sekali dipakai. Tapi umumnya dia mengacu ke satu kawasan yang biasanya itu kelasnya menengah ke atas ya," jelas saat dihubungi detikcom, Senin (19/10/2026).

2. Boulevard

Boulevard sendiri berasal dari bahasa Prancis yang merujuk pada jalan raya lebar yang ditata dengan lanskap, biasanya memungkinkan beberapa lajur lalu lintas kendaraan serta jalur pejalan kaki.

ADVERTISEMENT

Saat digunakan sebagai nama perumahan, maknanya seperti perumahan yang berada di lokasi jalan utama, terdiri dari dua jalur berbeda yang luas, dan terdapat pembatas di tengah berupa taman.

3. Vila

Seperti namanya, nama perumahan memakai vila memiliki konsep layaknya hunian yang tenang, private, dan cocok untuk bersantai. Perumahan dengan nama vila juga menawarkan hunian yang eksklusif.

4. Royal

Sementara itu, perumahan yang memakai nama royal berarti menonjolkan arsitektur yang tidak biasa, seperti bangunan kerajaan. Arsitektur klasik, renaisans, neo klasik, dan lainnya sering dijadikan referensi fasadnya.

"Nama Royal itu kan sebenarnya kerajaan ya. Nah, ini sendiri sebenarnya mau menunjukkan kemewahan," terangnya.

5. Park

Penamaan park biasanya dipakai untuk konsep perumahan yang menyediakan taman di dalam areanya.

6. Grove

Sedangkan, grove juga merujuk pada fasilitas semacam taman, tetapi jauh lebih rimbun seperti hutan. Jadi rumah yang memakai nama grove, dalamnya ada area yang rimbun bak hutan. Namun, konsep seperti ini di tengah kota agak sulit ditemukan karena memang lahannya terbatas.

7. Huis

Arti huis dalam bahasa Belanda adalah rumah. Penggunaan kata ini jarang tetapi menurut Bambang konsep rumahnya ada identitas arsitektur khas Belandanya.

"Kalau udah menggunakan huis, dia harus bersifat desainnya arsitektur yang European, yang timeless ya, yang kesannya tuh mewah dan eksklusif gitu," katanya.
Itulah makna masing-masing nama perumahan yang biasa digunakan, semoga membantu.

Bukan Tren Baru

Bambang mengatakan penggunaan bahasa asing pada penamaan rumah sudah ada di Indonesia sejak tahun 1982-1983.

"Penggunaan istilah-istilah atau menggunakan bahasa asing ini bukan baru. Tren itu udah mulai dari tahun 80-an sih sebenarnya. Udah lama sekali, bahkan di tahun saya ingat waktu itu 82 atau 83," kata Bambang.

Alasan Makin Banyak Nama Perumahan Pakai Basa Asing

Mungkin kita mengira itu hanya sebuah nama, tetapi ada beberapa alasan banyak rumah memakai residence, boulevard, vila, royal, park, grove, atau huis, berikut di antaranya.

1. Strategi Marketing

Salah satu cara untuk mendongkrak penjualan adalah dengan memilih nama perumahan yang keren. Sebab, itu dapat mempengaruhi citra perumahan.

2. Mencerminkan Konsep dari Perumahan

Menurut Bambang sebuah nama merupakan sebuah harapan. Pengembangnya (developer) menginginkan perumahan tersebut bisa menjadi kawasan hunian yang sesuai dengan namanya.

3. Menaikkan Nilai Properti

Bambang mengatakan pada beberapa kasus, nama berpengaruh pada nilai properti. Apalagi yang rumahnya memang mewah. Namun, bukan berarti harus ada bahasa asing. Saat ini banyak perumahan yang sudah dicap elite, mewah, megah, dan mahal tanpa memakai nama berbahasa asing, seperti Pondok Indah dan Kelapa Gading Permai.

4. Terinspirasi dari Nama Perumahan atau Daerah di Luar Negeri

Ada juga pengembang yang memilih nama berbahasa asing karena mengambil referensi dari nama perumahan atau daerah di luar negeri.

Perumahan di Pinggiran Sering Tidak Sesuai Nama dan Konsepnya

Saat ini sering ditemui perumahan yang namanya keren, tetapi konsepnya tidak sesuai ekspektasi. Hal ini banyak ditemui di perumahan pinggiran kota. Menurut Bambang, salah satu alasannya adalah ketika menentukan nama, pengembang berharap agar perumahan yang memakai nama vila atau park itu bisa menghadirkan hunian yang memiliki taman, bisa jadi tempat bersantai, dan tampak mewah. Namun, karena berbagai macam keterbatasan, konsep tersebut tidak terwujud sempurna.

"Dia berusaha untuk menciptakan nama itu menjadi sesuatu yang berbeda dan diharapkan punya daya beli lebih tinggi dan menjadi ya mudah-mudahan jadi trendsetter," jelasnya.

Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Namun, ia menyarankan agar lebih berhati-hati saat memilih nama. Jangan sampai lebih berat nama daripada kualitas rumahnya. Sebab, nama juga bagian dari konsep hunian yang ditawarkan.

Halaman 2 dari 2
(aqi/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads