Siapa sangka, ternyata ada dugaan gedung pencakar langit sudah ada sejak 2.800 tahun lalu. Temuan ini terungkap dari penelitian terhadap sisa-sisa istana kuno di Yeha, Ethiopia.
Dilansir dari Metro, struktur itu adalah bagian dari Grat Be'al Gibri, kompleks istana dan administrasi monumental yang berukuran sekitar 60x60 meter. Sisa bangunan itu berupa sebagian dari lantai dasar dan podium fondasi besar.
Bangunan ini sudah dianggap terbesar dari awal milenium pertama SM di Arabia Selatan dan Afrika Timur. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa bangunan itu merupakan struktur bertingkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penemuan Gedung Pencakar Langit Kuno
Peneliti melakukan analisis terkait struktur tersebut menggunakan pemodelan komputer modern. Mereka membuat rekonstruksi virtual bangunan delapan lantai, terdiri dari lima lantai biasa dengan tambahan tiga lantai yang menjorok ke dalam.
Kemudian, analisis baru menunjukkan bahwa rekonstruksi delapan lantai ini sebenarnya masih cukup kuat untuk menahan lebih banyak lantai, bahkan mencapai 16 tingkat. Struktur bangunan itu didesain kokoh dan cocok buat bangunan tingkat tinggi.
"Secara teoritis, jumlah lantai yang mungkin dibangun lebih banyak daripada delapan lantai yang sebelumnya diasumsikan sebagai jumlah maksimum yang mungkin dalam rekonstruksi virtual," tulis para peneliti yang dipimpin oleh Martin Drieschner dari Brandenburgische Technische Universität Cottbus-Senftenberg, dikutip dari Metro, Minggu (4/10/2026).
"Dalam skenario terburuk, bangunan itu bisa setinggi 16 lantai," tuturnya.
Para peneliti tidak menyimpulkan bahwa gedung ini setinggi 16 lantai. Namun, strukturnya yang kokoh mengindikasi bahwa bangunan itu bisa berupa bangunan tinggi.
Struktur Bangunan Kokoh
Pemodelan komputer modern Istana Grat Be'al Gibri. Foto: artefacts-berlin.de/Heritage |
Peneliti menemukan bangunan ini menggunakan teknik pembangunan yang unik, berbeda dari kebanyakan bangunan di Arab Selatan. Umumnya, balok kayu disusun secara horizontal dan vertikal, tetapi bangunan ini dipasang secara horizontal. Ketika ditelaah lebih lanjut, teknik tersebut membuat dinding-dinding bangunan mempunyai cadangan struktural yang cukup besar.
Selain itu, peneliti juga mempelajari ketebalan dinding. Mereka menemukan ketebalan dinding berkurang di bagian lebih tinggi. Hal itu membuat bangunan lebih mudah menahan beban daripada kalau seluruh ketebalan dinding sama.
Gedung Pencakar Langit Pertama Versi Guinness
Selain dari istana kuno itu, sebenarnya Rekor Dunia Guinness punya catatan gedung pencakar langit pertama di dunia. Gedung itu adalah Home Insurance Building di Chicago, Amerika Serikat. Bangunan ini dibuat pada 1884-1885, dikutip dari Guinness World Records.
Arsitektur yang disebut sebagai 'Bapak Gedung Pencakar Langit' ini menjulang setinggi 10 lantai. Tinggi bangunan sampai puncaknya mencapai 42 meter.
Bangunan itu pun ditambah dua lantai pada 1891. Total ada 12 tingkat dengan ketinggian mencapai 54,8 meter, dikutip dari Preservation Chicago.
Gedung pencakar langit itu didesain oleh William LeBaron Jenney. Ia menggunakan kerangka baja yang mampu menopang seluruh beban bangunan, sedangkan bagian luarnya tetap menggunakan batu bata. Inovasi ini disebut sebagai 'Kerangka Chicago' dan menjadi cikal bakal konstruksi gedung modern.
(dhw/das)

