Motif batik biasanya ditemui berupa benda tekstil, terutama baju. Namun selain itu, motif batik juga bisa menghiasi fasad bangunan, lho.
Dilansir dari Jurnal Kajian Motif Batik Pada Fasad Bangunan Modern oleh Dwi Susilastuti, Jumat (2/10/2026), penggunaan motif batik pada bangunan menunjukkan bahwa pemilik mau menghadirkan identitas lokal. Keinginan itu dapat diekspresikan melalui desain bangunan.
Selain itu, bangunan dengan fasad batik berpotensi menjadi landmark, memberi nilai pada lingkungan, serta menjadi aset wisata. Lingkungan menjadi lebih berkarakter dan orang-orang sekitar pun lebih menghargai budayanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu cara menggunakan motif batik pada bangunan adalah membuat second skin atau lapisan bangunan tambahan yang fungsinya untuk menahan cahaya matahari. Adapun pemilihan motifnya perlu disesuaikan, pilih motif yang punya komposisi bidang yang masif dan kosong. Bentuk motif juga harus rata atau seimbang sehingga penyebaran cahaya yang merata ke dalam bangunan.
Lalu, seperti apa bangunan yang pakai motif batik? Berikut ini contohnya.
Motif batik saat ini digunakan sebagai fasade pada bangunan di beberapa gedung komersial. Sebagai contoh, coba lihat seperti apa fasad bangunan di The Vida, Kebon Jeruk, Jakarta dan Marketing Gallery Vimala Hills, Bogor.
Gedung Perkantoran The Vida, Kebon Jeruk, Jakarta. Foto: Google Street View |
The Vida menggunakan motif nitik randu seling pada eksterior bangunan. Bagian bangunan ini terbuat dari aluminum composite panel. Bentuknya berupa dinding tambahan yang berjarak dari dinding utama sehingga menjadi second skin yang dapat menghalau panas matahari.
Motif yang digunakan berupa geometris terdiri dari ornamen utama dan ornamen pendukung sebagai latar. Motif batik tersebut melambangkan uang pemakai batik, rezeki berlimpah, dan kesuksesan dalam kehidupan.
Marketing Gallery Vimala Hills Villa & Resort, Bogor. Foto: Google Street View |
Selain itu, Gallery Marketing Vimala Hills juga punya second skin bermotif batik kawung. Lapisan tambahan ini terbuat dari acrylic susu dengan lampu LED, modul panel, dan rangka pendukung panel cladding batik menggunakan baja dengan bracket.
Berdasarkan situs Dinas Kebudayaan DIY, motif kawung bermakna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian. Motif batik Kawung ini diyakini diciptakan oleh salah satu Sultan kerajaan Mataram.
Itulah cara bangunan dihiasi desain motif batik.


