Orang kaya atau yang sekarang suka disebut 'orang have' punya kebebasan membangun rumah sesuka hati karena punya kelebihan dana. Nah, sering kali mereka membangun atau membeli rumah yang berukuran besar.
Menurut arsitek sekaligus dosen Binus University, Denny Setiawan, rumah yang tergolong besar biasanya memiliki luas bangunan setidaknya 150 meter persegi untuk satu lantai. Jadi, jika rumah tersebut terdiri dari tiga lantai, total luas bangunannya bisa mencapai 450 meter persegi. Sementara itu, luas lahannya minimal 250 meter persegi.
Lalu, kenapa orang have suka bangun atau beli rumah besar bak istana ya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny menjelaskan orang kaya cenderung mencari kenyamanan saat memilih hunian. Untuk mendapatkan kenyamanan itu, dia membutuhkan lebih banyak ruang sehingga rumah menjadi berukuran besar.
"Seandainya dia (pemilik rumah) sudah punya (harta) lebih, pokoknya dia akan menginginkan kenyamanan. Nah kenyamanan berarti rumahnya membesar, kenyamanan berarti ada ruang-ruang tersier," kata Denny kepada detikProperti, Rabu (30/9/2026).
Ruangan tersier adalah ruangan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, tetapi bisa menambah kenyamanan. Biasanya, ruangan ini dibuat untuk fungsi-fungsi khusus, seperti ruang servis, karaoke, billiard, ruang kerja, hingga gym.
Di sisi lain, rumah yang besar memberikan ruang gerak yang lega bagi penghuninya. Mereka bisa bebas beraktivitas tanpa terhambat ruangan sempit.
Lebih dari itu, bagi orang kaya, rumah bisa menjadi bentuk aktualisasi diri. Ukuran dan kemewahan hunian sering kali mencerminkan kemampuan finansial pemiliknya.
Ia menjelaskan harga tanah dan biaya membangun rumah itu mahal. Contohnya, tanah di Jakarta saja bisa Rp 10 juta/meter, sedangkan biaya bangun rumah sederhana itu Rp 6 juta/meter. Jadi semakin besar sebuah rumah, pasti nilai ekonomis dan pembangunannya semakin besar.
"Terkadang rumah itu bukan hanya sebagai hunian tapi alat untuk mengaktualisasikan diri, alat untuk validasi. Jadi sering kali rumah dianggap sebagai perwujudan karakter yang punya rumah," tuturnya.
(dhw/das)
