Rumah tusuk sate adalah tempat tinggal yang lokasinya di ujung pertigaan atau persimpangan jalan lurus yang jika digambarkan membentuk posisi huruf T (T-junction). Posisi ini konon membawa energi negatif ke pemilik rumah sehingga harus dihindari.
Mitos ini berasal dari feng shui, yakni praktik kuno Tiongkok yang bertujuan untuk menyeimbangkan dan mengharmoniskan energi (chi) di dalam lingkungan seperti rumah. Banyak yang menerapkan prinsip feng shui karena diyakini dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, seimbang, serta dapat meningkatkan kualitas hidup.
Arsitek Denny Setiawan mengatakan mitos ini menyebabkan beberapa pengembang kesulitan untuk menjual rumah tusuk sate. Ada yang akhirnya menjual dengan harga miring. Ada pula perumahan yang lebih memilih memakai lahan tusuk sate sebagai taman daripada bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kalau misalnya sekarang bisa lihat di beberapa perumahan, tusuk sate itu biasanya dipakai perumahan sebagai taman," kata Denny kepada detikcom pada Senin (21/9/2026).
Taman dinilai lebih baik daripada harus menanggung kerugian karena unit yang sulit terjual atau harus dijual murah.
Denny menambahkan belum ada kajian ilmiah yang bisa membuktikan pernyataan ini. Dalam kata lain berarti membeli rumah tusuk sate, sama sekali tidak masalah.
"Nggak ada penelitian yang menunjukkan bahwa (rumah tusuk sate) nggak bagus. Cuma percaya bahwa rumah tusuk sate itu mendatangkan energi negatif, Itu membuat orang tersugesti untuk percaya kalau misalnya mereka bakal sial di rumah tusuk sate. Jadi mereka menghindari rumah tusuk sate," ujarnya.
Jika sudah terlanjur tinggal di rumah tusuk sate, dalam feng shui ada beberapa solusi untuk menolak energi negatif tersebut, seperti memakai pagar tinggi yang menutupi bangunan, contohnya pagar dan menambahkan cermin di dekat pintu masuk.
"Cuma ada langkah-langkah biasanya yang dilakukan apabila rumahnya tusuk sate. Misalnya, di depan rumah itu dibikin pos jaga. Jadi pos jaga itu yang kena tusuk satenya, rumahnya nggak atau tembok tinggi, misalnya. Atau misalnya orang juga mempercayai kalau misalnya mereka menggunakan cermin. Jadi elemen negatifnya dipatulkan melalui cermin," jelasnya.
(aqi/das)
