Banyak orang menilai posisi rumah yang baik dan menguntungkan adalah ketika berada di hook. Namun, ketika ditawarkan rumah tusuk sate banyak yang pilih mikir-mikir dulu sebelum membeli, kenapa?
Sebelum itu, detikers harus tahu dulu pengertian kedua jenis posisi rumah ini.
Rumah Hook
Berdasarkan catatan detikcom, kata hook sendiri berasal dari bahasa Belanda, yaitu hoek yang berarti sudut atau pojok. Sementara itu, kata hook dalam bahasa Inggris artinya kait.
Posisi rumah hook biasanya ada di ujung jalan, di mana salah satu sisi rumah tidak menempel dengan rumah lainnya dan samping lainnya menempel.
Rumah Tusuk Sate
Sementara itu, rumah tusuk sate adalah yang lokasinya di ujung pertigaan atau persimpangan jalan lurus yang jika digambarkan, jalanan tersebut membentuk posisi huruf T (T-junction).
Dikutip dari Buku Lengkap Shio & Feng Shui oleh Tjahyadi Budi Santosa, ciri utama rumah tusuk sate yaitu posisi bagian depan rumahnya menghadap langsung ke pertigaan jalan.
Alasan Rumah Tusuk Sate Dihindari
Setelah mengetahui posisi masing-masing rumah bisa terbayang ya bahwa sebenarnya tidak ada yang aneh pada lokasinya. Namun, pada rumah tusuk sate posisi itu yang jadi masalah.
Menurut arsitek sekaligus dosen di Binus University Denny Setiawan stigma yang mengatakan rumah tusuk sate berbahaya bermula dari ajaran feng shui. Dalam ilmu asal China itu, posisi rumah di pertigaan jalan dinilai bisa membawa sial.
Namun, hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa rumah tusuk sate berdampak buruk bagi pemilik rumah. Meski begitu, stigma tersebut telah mempengaruhi beberapa orang sehingga menghindari rumah tusuk sate ini.
"Nggak ada penelitian yang menunjukkan bahwa (rumah tusuk sate) nggak bagus. Cuma percaya bahwa rumah tusuk sate itu mendatangkan energi negatif, Itu membuat orang tersugesti untuk percaya kalau misalnya mereka bakal sial di rumah tusuk sate. Jadi mereka menghindari rumah tusuk sate," jelas Denny saat dihubungi pada Senin (21/9/2026).
Lalu, rumah posisi hook banyak yang tertarik dan sering cepat terjual karena rumah ini dalam feng shui tidak ada pantangan. Secara posisi juga memang lebih menguntungkan karena tidak diapit 2 rumah sehingga jauh lebih luas.
"Orang-orang itu pada berebut posisi rumah hook karena posisi rumah hook kan enak ya. Bisa terlihat lebih luas dibanding rumah yang lain. Karena dia tampaknya berada di dua sisi bangunan, dua sisi tanah. Jadi kalau ditanya mana lebih baik, mana lebih buruk, ya secara hitungan kasar berarti hook lebih baik daripada tusuk sate," ungkap Denny.
Rumah hook juga bisa mendapatkan sinar matahari, pemandangan, dan sirkulasi dari 2 sisi bangunan. Halangan yang tersisa juga bisa dimanfaatkan untuk berkebun atau menjemur pakaian.
Ia sekali lagi menegaskan tidak ada dasar ilmiahnya soal stigma pada rumah tusuk sate. Menurutnya masyarakat tidak masalah untuk memilih rumah hook atau tusuk sate. Semua kembali ke kebutuhan dan referensi masing-masing orang. Ia berpesan jangan terlalu terpengaruh dengan mitos.
(aqi/das)