Saat membeli rumah di perumahan, harga satu unit dengan unit lainnya bisa beda. Salah satu faktornya adalah karena luas lahannya.
Biasanya rumah yang berada di hook mendapat lahan yang lebih luas daripada rumah yang saling berdempetan. Sebagai informasi, posisi rumah hook biasanya ada di ujung jalan, di mana salah satu sisi rumah tidak menempel dengan rumah lainnya dan samping lainnya menempel.
Sebutan hook ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu hoek yang berarti sudut atau pojok. Sementara itu, kata hook dalam bahasa Inggris artinya kait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan juga mengatakan lahan rumah hook biasanya lebih lapang dari unit lainnya. Hal ini yang membuat rumah ini jadi rebutan.
"Kebanyakan mereka, orang-orang itu pada berebutan posisi rumah hook karena posisi rumah hook kan enak ya. Terlihat lebih luas karena dia tampaknya berada di dua sisi bangunan, dua sisi tanah," kata Denny kepada detikcom pada Senin (21/9/2026).
Lahannya yang luas ini membuat harganya berbeda dengan rumah yang lain. Selain itu karena muka rumah ada 2 sisi, yakni depan dan samping, biaya bangunnya juga berbeda dengan rumah yang hanya punya muka depan. Sebab, biasanya kedua muka tidak berupa dinding, tetapi ada jendela, ventilasi, dan mungkin pintu tambahan.
"Nah, untuk membuat tampak itu kan lebih mahal dibanding untuk membuat dinding biasa," ujarnya.
Meski mahal, Denny menilai rumah hook tetap memiliki lebih banyak kelebihan. Mulai dari adanya tambahan akses cahaya alami, sirkulasi udara, hingga pemandangan. Lahan yang kosong bisa digunakan untuk taman kecil atau ruang untuk menyimpan barang atau tempat menjemur pakaian.
Ia mengingatkan kelebihan lahan tersebut tidak bisa dipakai semua untuk bangunan. Ada Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang harus dipatuhi oleh pemilik rumah.
(aqi/das)
