Ketika pengunjung datang ke mal untuk nonton film di bioskop, mereka akan diarahkan ke lantai paling atas. Ya, memang biasanya bioskop terletak di lantai tertinggi mal.
Bukan tanpa alasan, lokasi ini memang dinilai paling strategis buat bioskop. Pasalnya, bioskop membutuhkan karakteristik ruang yang beda dari toko mal lainnya.
Selain itu, tata letak tenant mal memang diatur dengan rapi sesuai kategorinya. Misalkan pengunjung mencari pakaian, bisa langsung menuju satu lantai yang berisi deretan brand fashion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, kenapa bioskop sering ada di lantai paling atas mal ya?
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan tidak ada keharusan penempatan di lokasi atau lantai tertentu untuk suatu kategori tenant. Namun, kebebasan tata letak ini terkecuali pada bioskop. Area hiburan ini memang ditaruh di paling atas karena lantainya mampu mengakomodir kebutuhan ruang bioskop.
"Kecuali memang bioskop pada umumnya ditempatkan di lantai paling atas karena memerlukan ketinggian atap yang jauh lebih daripada toko-toko lainnya dan harus terbebas dari tiang-tiang," ucap Alphonzus kepada detikProperti belum lama ini.
Di samping itu, hal yang harus diperhatikan adalah 'zoning' atau pengelompokkan tenant. Toko atau tenant yang menggeluti bidang yang sama diletakkan dalam zona yang sama.
"Kategori produk ataupun barang sebaiknya tidak dicampur-campur supaya memudahkan pelanggan. Namun tidak harus menempati lantai tertentu," jelasnya.
Terpisah, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto menyampaikan hal serupa. Bioskop dibuat di lantai paling atas karena karena membutuhkan ruangan yang luas tanpa sekat serta plafon tinggi.
"Bioskop diperlukan level atap atau plafon yang tinggi dengan lantai yg berundak sehingga lantai paling atas adalah lantai yang paling memungkinkan di dalam sebuah mal," ujar Teguh.
Ia pun menambahkan tidak ada panduan khusus untuk desain mal. Akan tetapi yang penting mal memiliki keunikan dan ciri khas dengan desain yang menarik dan jalur pergerakan pengunjung yang baik.
Bangunan mal bersifat komersial sehingga dari kawasan pusat perbelanjaan harus memperhitungkan keuntungan bisnis serta memperhatikan faktor kenyamanan pengunjung.
Dilansir dari Goaprism, bioskop membutuhkan ruang luas tanpa banyak kolom agar pandangan ke layar tidak terhalang. Lantai paling atas memungkinkan desain struktur yang lebih fleksibel dibandingkan lantai bawah yang harus menopang beban bangunan di atasnya.
Selain itu dari segi bisnis, bioskop merupakan salah satu tenant favorit pengunjung. Pengusaha mal memanfaatkan hal itu dengan membuat lokasinya paling jauh untuk dijangkau. Dengan begitu, pengunjung akan berjalan-jalan di mal dan melihat toko-toko lain.
Desain eskalator mal yang berkelok dan tak langsung menuju ke bioskop, juga merupakan bagian dari strategi. Pengunjung dipaksa melewati banyak toko, sehingga tanpa sadar mereka akan menjangkau berbagai promosi.
Itulah alasan bioskop ada di lantai paling atas mal. Semoga bermanfaat!
