Kenapa Bangunan Mal Sering Dibuat Melebar? Ini Alasannya

Kenapa Bangunan Mal Sering Dibuat Melebar? Ini Alasannya

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Minggu, 16 Agu 2026 16:08 WIB
Image taken inside a shopping mall. There are lots of people walking around going to stores, buying things and consuming food and beverages. There are two floors with shops and boutiques. The ceiling is glass. The architecture is very modern and new and the general feel of the images is bright, clean, safe and positive.
Ilustrasi mal. Foto: iStock
Jakarta -

Bangunan mal memang berukuran besar karena berisi banyak toko hingga tempat hiburan. Namun sering kali mal terlihat melebar daripada menjulang tinggi.

Memang ada yang bangunannya ramping, tetapi mal umumnya identik dengan bangunan horizontal. Bentuk bangunan ini memang sengaja dipilih agar lebih memudahkan bagi pengunjung.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto mengatakan tidak ada panduan khusus untuk desain mal. Namun, bangunan mal harus memiliki keunikan atau ciri khas dengan desain yang menarik. Lalu, sirkulasi pergerakan pengunjung juga perlu dirancang dengan baik juga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecenderungan pengunjung tidak bergerak secara vertikal namun lebih ke arah horizontal," ucap Teguh kepada detikProperti, Minggu (16/8/2026).

Oleh karena itu, menurutnya semakin tinggi tingkat bangunan mal, maka harga sewa unit di lantai atas semakin rendah.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, mal merupakan bangunan yang bersifat komersial sehingga areanya harus sangat diperhitungkan. Desain mal perlu memperhitungkan keuntungan serta memperhatikan faktor kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja membenarkan kalau ada lebih banyak pusat perbelanjaan yang berbentuk horizontal dibandingkan vertikal. Salah satu alasannya untuk memudahkan pengunjung mengitari mal.

Di sisi lain, sebenarnya bentuk bangunan mal menyesuaikan dengan bentuk lahan yang tersedia. Jadi mal nggak melulu melebar.

"Bukan berarti tidak ada pusat perbelanjaan yang vertikal. Cukup banyak pusat perbelanjaan yang terdiri dari lebih 10 lantai dan ramai dikunjungi," ucap Alphonzus.

Ia juga menyatakan tak ada pedoman baku saat mendesain mal. Yang penting, pengusaha dapat menciptakan konsep baru serta unik dengan inovasi dan kreativitas agar dapat menunjang kesuksesan pusat perbelanjaan.



(dhw/abr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads