Jika diperhatikan, ada rumah yang dibangun menempel dengan sampingnya, ada pula rumah yang memiliki ruang kosong atau halaman di sekeliling bangunannya. Sebenarnya mana yang lebih baik?
Menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan kedua jenis posisi rumah tersebut sama baiknya. Sebab, di Indonesia juga memiliki aturan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masing-masing soal jarak antar rumah ini.
"Ada peraturan RDTR yang menyebutkan rencana dasar tata ruang gitu ya. Ada rumah yang peruntukannya rumah deret. Ada rumah yang peruntukannya rumah tunggal atau rumah mewah gitu ya. Kalau rumah deret memang kecenderungannya akan menempel dinding-dindingnya. Jadi itu nggak apa-apa," kata Denny saat dihubungi detikproperti pada Jumat (13/3/2026).
Rumah deret merupakan rumah yang tidak memiliki ruang apa pun di samping dan mungkin di belakangnya. Umumnya ini ditemui di perumahan masa kini. Selain itu, rumah deret juga bisa berbentuk dua rumah saling menempel, tetapi sisi samping rumah juga ada yang kosong tidak menempel dengan rumah apa pun. Posisi rumah ini seperti bayangan di cermin, hanya 2 rumah yang menempel, bukan satu baris jalan yang menempel.
Memiliki rumah deret kekurangannya pada saat tetangga hendak melakukan renovasi atau menambah luas ke atas. Sebab, kebisingan ketika pengerjaan dan debu yang masuk ke rumah pasti tidak bisa dihindari.
Menurut kontraktor Wildan, cara untuk mencegah debu tidak masuk ke rumah adalah dengan memasang safety net atau bisa juga dengan terpal. Lalu, untuk kebisingan, ini yang masih menjadi pekerjaan rumah di setiap proyek. Dengan posisi rumah yang menempel, tentu susah untuk meredam kebisingannya.
"Kalau berisik, yang di rumah (tetangga) kayaknya harus ngungsi atau di kamar aja gitu. Dibuatin apa yang kedap suara. Pengerjaannya juga jangan malam-malam. Maksimal jam 5 sore," saran Wildan.
Sebaliknya, rumah tunggal adalah bangunan yang bisa berdiri di lahan sendiri tanpa berbagi dengan bangunan milik orang lain . Rumah ini memberikan privasi dan ruang pribadi kepada pemiliknya. Kekurangannya adalah tidak semua masyarakat bisa membeli lahan besar untuk rumah, terutama yang ingin tinggal di kota-kota besar.
Dari segi kenyamanan, tentu ini jauh lebih aman dan minim risiko ganggu tetangga ketika hendak merenovasi rumah.
(aqi/das)