Salah satu ciri khas dari bangunan masjid adalah terdapat menara di luar bangunan utama. Menara masjid memiliki ketinggian yang berbeda-beda, ada yang belasan hingga puluhan meter.
Kebanyakan desain menara masjid dibuat mirip seperti menara pada umumnya, yakni berbentuk silinder dan bagian ujungnya mengerucut. Lalu, pada kerucut menara masjid terdapat berbagai hiasan dari kaligrafi atau motif-motif yang indah.
Berbeda dengan bangunan utama masjid yang digunakan untuk salat, menara masjid justru tidak dipakai untuk beribadah. Lantas, apa fungsinya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir situs Smart History, Selasa (24/2/2026), fungsi utama menara masjid adalah untuk mengumandangkan azan. Cara ini agar suara azan bisa terdengar secara luas sehingga umat muslim bisa mengetahui jika sudah memasuki waktu salat.
Sebelum adanya menara masjid, orang-orang di zaman Rasulullah SAW biasanya mengumandangkan adzan di atas Ka'bah. Namun, untuk menyesuaikan kebutuhan dan lokasi tempat umat muslim berada, dibuatlah menara agar suara azan dapat terdengar dalam jarak puluhan hingga ratusan meter.
Letak menara masjid tidak ditentukan secara pasti, sehingga bisa dibangun di depan, samping, atau belakang bangunan utama. Tidak ada aturan khusus juga soal jumlah menara masjid, sehingga ada yang memiliki satu menara atau bahkan lebih.
Sebagai contoh, menara di Masjid Nabawi jumlahnya ada 10 menara. Sementara itu, di Masjid Istiqlal Jakarta hanya memiliki satu menara saja.
Desain menara masjid ada yang sengaja dibuat menempel dengan bangunan utama, tapi ada juga yang dirancang terpisah dan agak berjauhan. Akses masuk ke menara juga beragam, bisa lewat tangga di dalam atau bagian luar.
Selain itu, ukuran pada menara juga berbeda-beda sehingga tidak ada ketentuan khusus. Penggunaan warna cat menara masjid juga dibebaskan, tapi umumnya dibuat senada dengan bangunan utama masjid.
Menara Masjid Tertua di Dunia
Masjid Agung Kairouan di Tunisia Foto: Dok. Philoursmars via Atlas Obscura. |
Dikutip dari Arch Daily, menara masjid tertua di dunia terletak di Masjid Kairouan, Tunisia. Menara monolitik berbentuk persegi itu dibangun pada 727 M.
Masjid yang dikenal juga sebagai Masjid Uqba itu dianggap sebagai salah satu monumen Islam terbesar di Afrika Utara. Letak menara Masjid Kairouan berada di bagian tengah fasad utara, tidak seperti penempatan menara pada umumnya yang berada di sudut masjid.
Tinggi menara masjid itu sekitar 31,5 meter dengan dasar 10,7 meter di setiap sisinya. Menara ini terdiri dari tiga tingkat lengkap dengan kubah bergaris kecil di atasnya.
Material yang terbuat dari batu puing itu masih berdiri kokoh meski usianya sudah ribuan tahun. Jika ingin naik ke atas menara, pengunjung harus menaiki 129 anak tangga.
Pada sisi menara yang menghadap ke halaman masjid telah dilengkapi dengan jendela. Langkah ini agar sirkulasi udara bisa masuk ke dalam interior sekaligus menyediakan cahaya alami.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

