Saat musim hujan, rumah di daerah rawan banjir bisa tergenang air. Seisi rumah menjadi basah, kotor, serta barang-barangnya rusak.
Masalah banjir memang sangat merepotkan. Penghuni perlu menghabiskan tenaga buat menyelamatkan barang dan membersihkan rumah. Belum lagi, penghuni menanggung kerugian barang rusak.
Nah, penting bagi pemilik rumah mempertimbangkan desain rumah yang aman dari banjir. Bahkan, rumah yang sudah terbangun pun dapat diperbaiki desainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto mengatakan air banjir bisa masuk dari luar rumah melalui bukaan. Namun, terkadang air juga dapat masuk dari lubang air di kamar mandi.
1. Rumah Panggung
Teguh merekomendasikan model rumah panggung untuk menghindari genangan air di kawasan rawan banjir. Bagian bawah panggung bisa digunakan sebagai garasi, ruang servis, atau komersial saat tidak banjir.
Pastikan ketinggian rumah cukup sehingga ruangan inti tak kemasukan air. Lalu, struktur bangunannya juga harus kuat ya.
"Ketika membangun rumah di daerah yang rendah dan rentan banjir, paling bijaksana adalah membangun rumah panggung sehingga ketika terjadi banjir, bagian inti rumah tidak terkena banjir," ujar Teguh saat dihubungi detikProperti, Kamis (29/1/2026).
2. Tinggikan Bangunan
Jika tak mau buat rumah panggung, pemilik bisa meninggikan bangunan dengan cara diurug. Tanahnya akan ditinggikan menggunakan urugan puing bangunan atau urugan tanah.
Sebaiknya posisi rumah memang berada lebih tinggi dari tanah atau jalanan. Namun, terkadang efek dari pengurugan yang berlebihan membuat limpahan air bisa jatuh ke tetangga sehingga merugikan lingkungan sekitar.
3. Pilih Bahan Bangunan Tahan Air
Jangan asal pilih bahan bangunan, gunakan material yang tidak mudah hancur saat terkena air. Hindari bahan dasar dari kayu dan bubuk kertas.
Teguh merekomendasikan material beton bertulang atau baja untuk struktur, keramik untuk lantai, serta aluminium untuk pintu dan jendela. Lalu, pilih cat dinding dengan waterproofing.
Selain itu, amankan komponen listrik di rumah. Stop kontak dapat ditaruh pada posisi yang tinggi dan kabel ditanam dalam pipa conduit.
4. Penghalang Banjir
Jika rumah sudah terbangun, pemilik bisa mencegah banjir masuk rumah dengan menyiapkan penghalang banjir. Ada beberapa opsi, salah satunya penghalang banjir portabel berbahan aluminium seperti flood barrier.
"Pemilik dapat juga membuat dinding beton di daerah yang rentan akan masuk nya air atau bisa juga dengan permainan gundukan taman (landscape). Dan siapkan juga mitigasi bila terjadi banjir, seperti rencana dan tempat evakuasi," ucapnya.
5. Sistem Perpipaan yang Baik
Terakhir, pastikan sistem perpipaan terpasang dengan baik. Sebab, air banjir bisa masuk rumah lewat lubang pembuangan kamar mandi. Buat kemiringan pipa yang cukup agar air tidak berbalik arah ke dalam rumah.
"Ujung pipa keluar bisa memakai 'backwater valve'. Jadi air di dalam dapat keluar tapi air di luar tidak dapat masuk," jelasnya.
Kalau lubang kamar mandi keluar air saat banjir, penghuni bisa menyiasatinya dengan menutup lubang sementara misalnya pakai keramik atau paving block.
Itulah cara membuat bangunan rumah aman dari banjir. Semoga membantu!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)











































