Kota Paris terkenal dengan menara tinggi ikonik, yakni Eiffel. Di luar menara ini, pengunjung pasti jarang menemukan gedung pencakar langit lain di Paris seperti di kota-kota besar dunia karena kota ini melarang hal itu.
Dilansir Euro News, kebanyakan bangunan tinggi berada di area barat Paris, tepatnya di Distrik bisnis La DΓ©fense serta arondisemen ke-13 dan ke-15 yang merupakan wilayah di luar pusat administrasi Kota Paris.
Fenomena ini terjadi bukan tanpa sebab. Pusat Kota Paris memiliki aturan yang melarang membangun gedung tinggi lebih dari 12 lantai atau tingginya maksimal 37 meter. Membuat Eiffel seperti raksasa dengan tinggi 330 meter. Pemerintah setempat menyebutnya sebagai Plan Local d'Urbanisme. Dalam kata lain, Kota Paris menetapkan daerahnya sebagai Kota Cahaya yang mengadopsi banyak bangunan rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan cara ini Paris dianggap dapat mengurangi emisi karbon dan lebih ramah lingkungan. Selain itu, tinggi bangunan yang seragam dan rendah juga menjaga estetik kota.
Pemberlakuan aturan ini sudah cukup lama, beberapa bagian kota sudah sejak 1977 setelah pembangunan Menara Montparnasse setinggi 209 meter yang kontroversial, yang selesai pada tahun 1973.
Menara Montparnasse merupakan satu-satunya gedung pencakar langit di pusat Kota Paris. Bangunan ini telah meraih kecaman sejak awal dibangun, bahkan hal tersebut melekat hingga saat ini. Bangunan tersebut dibangun dengan 59 lantai dengan ketinggian 210 meter.
Dilansir CNN, banyak warga Paris menganggap Menara Montparnasse tidak sesuai dengan lingkungannya sehingga ditentang. Meski begitu, proyek tetap berjalan. Presiden Georges Pompidou yang pada saat itu menjabat juga memberikan izin pembangunan pada 1969, dan setahun kemudian batu pertama bangunan diletakkan.
Setelah bangunan ini jadi, aturan batas ketinggian tahun 1977 berlaku hingga tahun 2010. Pada masa Wali Kota Paris Bertrand DelanoΓ« aturan tersebut diubah menjadi batasnya boleh sampai 180 meter untuk menara perkantoran dan 50 meter untuk blok perumahan.
Aturan awal kembali diberlakukan pada masa Wali Kota Anne Hidalgo yang menjabat saat ini. Alasannya aturan tersebut dapat mengurangi emisi karbon Paris. Konsep ini disebut sebagai Rencana Perkotaan Bioklimatik Lokal.
Alasan lain di balik keputusan tersebut karena di Kota Paris ada bangunan tinggi lainnya yang tengah dibangun dan kontroversial, yakni menara Tour Triangle yang dirancang oleh studio Swiss Herzog & de Meuron setinggi 180 meter.
Bangunan berbentuk trapesium ini sudah dibangun sejak 2021 dan dijadwalkan selesai pada 2026. Sejak awal pembangunannya menerima banyak penolakan dan tertunda selama 12 tahun karena berbagai masalah hukum dan perencanaan.
Hidalgo menjelaskan keputusan dewan kotanya dengan memberlakukan aturan tersebut termasuk dalam bagian dari rencana "bioklimatik" yang akan memastikan Paris tetap menarik dan menyenangkan di tahun-tahun mendatang meskipun terjadi peningkatan suhu.
(aqi/zlf)











































