Kediaman Diding Boneng yang berada di kawasan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, ambruk pada Minggu (28/12/2025) malam. Aktor berusia 75 tahun tersebut mengatakan salah satu penyebabnya karena struktur bangunan yang sudah lapuk dan usia bangunan yang sudah lebih dari 100 tahun.
"Kalau saya apa ya, ini rumah kan memang sudah lapuk, sudah lama, dan tidak pernah di-upgrade. Nah mungkin ya ini titik akhirnya dari kelapukannya itu," jelasnya.
Belajar dari kejadian ini, apakah pelapukan bisa diketahui sejak awal agar kerusakan pada rumah bisa diatasi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kontraktor dari Rebwild Construction Wildan tanda-tanda rumah mengalami pelapukan bisa dilihat secara jelas. Mulai dari banyak muncul retakan yang dalam pada dinding, plafonnya hancur, hingga terlihat penurunan pada tanah.
Terpisah, arsitek sekaligus dosen di Binus University Denny Setiawan menjelaskan pelapukan yang menyebabkan rumah sampai roboh umumnya terjadi pada struktur rumah, seperti pada material bata, kayu plafon, hingga atap. Semua tandanya terlihat layaknya melihat tanda jamur pada dinding dan plafon yang lembap.
"Tanda-tanda pelapukan di rumah bisa jadi di batu bata, timbul jamur, timbul kelembapan yang berlebihan. Atap bisa jadi kelihatan dari kayunya. Tapi kayu dulu kan sebenarnya kuat ya. Kayu-kayu sekarang ini yang khawatir," terang Denny kepada detikcom pada Selasa (30/12/2025).
Denny menegaskan apabila menemukan tanda pelapukan bukan berarti rumah tersebut otomatis tidak lagi layak ditempati dan berpotensi besar ambruk. Perlu ada pengecekan secara menyeluruh dari ahli hingga ditetapkan sebagai bangunan yang tak aman. Berikut caranya.
1. Penilaian Forensik Bangunan
Pertama, minimal bangunan tersebut sudah dicek dan dinilai kelayakannya melalui penilaian forensik bangunan. Sosok yang melakukan penilaian ini adalah gabungan dari beberapa profesi di bidang bangunan dan konstruksi, seperti insinyur struktur, arsitek khusus, hingga konsultan teknik.
2. Pengecekan Struktur Bangunan
Ia menegaskan setiap pembangunan perlu ada campur tangan arsitek dan ahli sipil. Dengan adanya dua profesi tersebut, struktur rumah bisa dicek apakah dibangun dengan benar atau tidak. Terutama soal material yang dipakai. Mengingat usianya yang sudah cukup tua, mungkin saja materialnya belum berstandar SNI.
"Karena kalau misalnya rumah dulu jangan-jangan cuma terdiri dari batu bata aja, nggak pakai besi. Besi, beton bertulang itu baru-baru ini saja yang disyaratkan SNI. Kita harus ketat sekarang ini aja. Jadi kemungkinan besar bangunan tersebut nggak punya besi," jelasnya.
3. Cuaca
Kita juga perlu melihat cuaca yang terjadi beberapa hari terakhir. Sebab, cuaca berpengaruh besar pada proses pelapukan atau proses korosi dan munculnya karat.
Cara Mencegah Rumah Mengalami Pelapukan
Setelah mengetahui tandanya, selanjutnya kita harus mencegah rumah rusak dan roboh. Denny mengatakan pemilik rumah harus memilih material yang benar-benar berkualitas dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Lalu, setiap akan membangun atau merenovasi rumah harus melibatkan ahli bangunan, minimal adalah arsitek dan ahli sipil
"Jadi dengan pemilihan tenaga ahli yang tepat, otomatis bangunan akan awet dan berlangsung tahan lama," ujar Denny.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/aqi)











































