Tahun baru bisa jadi momen untuk merenovasi rumah buat mengubah suasana hunian. Beberapa orang mungkin juga berencana membangun rumah pada 2026 mendatang.
Nah, sebelum merenovasi atau membangun rumah, pemilik harus mencari seorang arsitek yang andal. Arsitek bertugas untuk mewujudkan keinginan pemilik rumah dalam bentuk desain yang komprehensif.
Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto mengatakan masyarakat sering kali salah paham, mengira arsitek hanya 'tukang gambar'. Padahal, tugas seorang arsitek lebih besar daripada sekadar menggambar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Arsitek harus berfikir tentang organisasi ruang, zoning ruang, pemanfaatan ruang secara maksimal dan efisien. Kemananan, kenyamanan, kekuatan dan keindahan, juga harus menjadi pertimbangan arsitek dalam mendesain," kata Teguh saat dihubungi detikProperti, Senin (30/12/2025).
Tak hanya itu, arsitek memberikan desain perencanaan serta estimasi pembiayaan pembangunan dan spesifikasi material. Dengan begitu, batas budget pembangunan dapat dijaga sebaik mungkin.
Ia menambahkan, arsitek memikirkan perawatan material yang dipilih. Bangunan pun dibuat dengan menghargai lingkungan sekitar.
Lalu, bagaimana cara memilih arsitek yang tepat untuk renovasi atau bangun rumah?
Cara Pilih Arsitek
Inilah langkah-langkah untuk mendapatkan arsitek terbaik buat proyek renovasi atau bangun rumah.
1. Pilih Arsitek Teregistrasi
Pemilik harus memastikan arsitek mengantongi surat tanda registrasi arsitek (STRA). Dengan legalitas ini, dipastikan arsitek tersebut tergabung dalam asosiasi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sehingga memiliki kemampuan dan kapabilitas sebagai seorang perencana bangunan.
Jika arsitek melakukan wanprestasi dalam melaksanakan tugasnya, asosiasi dapat turun tangan untuk memberikan teguran atau tindakan terhadap arsitek tersebut.
"Seseorang yang tidak memiliki STRA, tidak dapat disebut sebagai arsitek dan kemampuan dan kapabilitas dalam perancangan dapat diragukan," katanya.
Bagi yang berdomisili di Jakarta, dapat mencari arsitek melalui situs www.iai-jakarta.org di menu 'Cari Arsitek'.
2. Pelajari Portofolio Arsitek
Selain itu, pemilik rumah perlu mempelajari portofolio para arsitek. Lalu, berdiskusi terlebih dahulu dengan arsitek untuk dapat mencari kecocokan.
3. Konsultasikan Keinginan dengan Jelas
Setelah menemukan arsitek, pemilik rumah perlu menginformasikan apa saja keinginannya mulai dari ruangan-ruangan yang dibutuhkan, material-material yang diinginkan, sampai budget yang tersedia.
Kesalahan yang sering terjadi adalah para pemilik rumah sering kali kurang memberikan informasi yang lengkap. Hal ini terkadang membuat arsitek tidak memahami secara jelas keinginan para pemilik rumah.
"Permasalahan timbul ketika rumah tersebut sedang dibangun dan pemilik merasa bahwa desain nya kurang dapat mengakomodir keinginan pemilik rumah," tuturnya.
Itulah cara memilih arsitek agar proyek renovasi dan bangun rumah sesuai harapan. Semoga membantu!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/das)










































