Kebanyakan rumah saat ini dibangun bertingkat untuk memberikan ruang lebih karena keterbatasan lahan. Hal ini tentunya membutuhkan tangga untuk menghubungkan antarlantai.
Pembuatan tangga yang tidak pas tentu bisa membuat penghuni rumah berisiko terjatuh, apalagi kalau di rumah ada anak-anak atau lansia. Lalu, bagaimana cara membuat tangga yang ramah anak-anak maupun lansia?
Kepada detikProperti, Arsitek Denny Setiawan mengungkapkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin membuat tangga yang ramah anak dan lansia. Berikut ini informasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tinggi Antar Anak Tangga
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah tinggi antar-anak tangga. Denny mengatakan, tinggi ideal antar-anak tangga adalah 16-18 cm sementara untuk lebar anak tanggal standardnya 30 cm.
Hal itu tentunya agar penghuni rumah merasa nyaman dan tinggi antar-anak tangga tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.
2. Material Tangga Jangan Sama dengan Lantai
Denny menyarankan agar material yang digunakan antara tangga dan lantai harus berbeda. Hal ini agar penghuni rumah tahu perbedaan antara lantai dengan tangga yang akan dipijak.
"Yang kedua, materialnya tidak boleh sama dengan lantai. Misalnya kalau lantainya pakai marmer atau keramik yang terang, tangganya diusahakan menggunakan material yang gelap. Boleh pakai keramik tapi yang warnanya gelap atau idealnya misalnya dilapisi kayu," katanya kepada detikProperti, Senin (29/12/2025).
3. Harus Ada Area Istirahat
Jika di rumah ada lansia, pastikan pada bagian tangga ada bordes atau tempat istirahat sementara. Hal itu karena kemampuan lansia untuk menaiki tangga tentu berbeda dengan yang masih muda, jadi dibutuhkan tempat untuk istirahat sementara.
4. Pastikan Railing Sesuai
Selanjutnya pastikan tinggi railing sesuai. Jika ada anak kecil, sebaiknya buatkan juga handrail yang tingginya sejajar dengan tinggi anak sehingga ada dua handrail tangga agar lebih aman.
"Yang anak, kita butuh railing tambahan di tengah-tengah railing. Jadi biasanya railing itu ketinggian 90 cm, nah di ketinggian 60 cm itu kita bisa bikin railing. Jadi anak-anak bisa dibikin railing tersebut," ungkapnya.
5. Material yang Cocok untuk Tangga
Denny menyarankan untuk menggunakan material tangga yang kesat, seperti kayu atau granit. Hal ini agar tidak licin sehingga lansia maupun anak-anak bisa aman untuk naik-turun tangga.
"Kalau mau pakai granit itu yang tipenya dove atau textured. Atau parket atau SPC yang sifatnya dove. Itu harus beda dengan lantai, kalau lantai boleh licin, polish, tapi kalau untuk tangga sebaiknya tidak polish," paparnya.
6. Tambahkan Ramp Jika Memungkinkan
Denny menambahkan, kalau sebuah ruangan di rumah memungkinkan adanya ramp, akan lebih baik terlebih untuk lansia. Namun, tingginya harus disesuaikan, misalnya untuk panjang ramp enam meter, maka kemiringan tingginya hanya bisa sampai satu meter saja.
"Jadi kalau misalnya ketinggian floor to floor itu 3 meter, berarti butuh 18 meter, berarti satu arah sekali jalan misalnya 9 meter, naik lagi 9 meter jadi ada bordes di tengahnya," tuturnya.
Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan kalau ingin membuat tangga yang aman untuk lansia maupun anak-anak. Semoga membantu!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(abr/das)










































