Atap bukan sekadar penutup bagian atas rumah, tetapi juga bisa mempercantik hunian lho. Struktur ini dapat didesain dengan bentuk-bentuk yang menarik.
Kebanyakan rumah memiliki atap berbentuk pelana. Namun, pemilik rumah dapat pertimbangkan desain lain sesuai selera ataupun yang anti mainstream.
Lalu, apa saja desain atap rumah? Berikut ini ulasannya, dikutip dari Dowell Roofing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atap Pelana (Gable)
|
Foto: (Istimewa)
|
Desain atap ini memudahkan air hujan mengalir. Lalu, terdapat ruang loteng atau langit-langit sehingga memungkinkan ventilasi yang lebih baik. Atap tersebut juga mudah dan terjangkau dibangun.
Namun, atap ini kurang tahan terhadap angin kencang atau badai. Bahan-bahan atap bisa lepas saat terkena angin kencang.
Atap Limasan (Hip)
|
Foto: (Istimewa)
|
Kemiringan keempat sisinya membuat desain tersebut lebih stabil dibandingkan bentuk atap lain. Atap ini cocok untuk rumah di daerah sering diterpa angin kencang.
Atap Mansard
|
Foto: (Istimewa)
|
Bentuk atap itu bisa jadi pilihan yang unik, tetapi praktis. Lalu, atap mansard memungkinkan ada ruang penyimpanan tambahan.
Atap Saltbox
|
Foto: (Istimewa)
|
Satu sisi atap panjang, sedangkan sisi lain pendek. Hal itu membuat kesan rumah dua lantai di satu sisi dan satu lantai di sisi lain.
Atap Datar
|
Foto: (Istimewa)
|
Akan tetapi, perawatan atap datar lebih ribet daripada atap lainnya. Sebab, sampah bisa menumpuk di atas atap.
Itulah beberapa bentuk atap rumah. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
Simak Video "Video: WHO Larang Penggunaan Asbes Jadi Atap Rumah"
[Gambas:Video 20detik]











































