Ada salah satu gedung di Singapura yang telah mencuri perhatian selama beberapa tahun terakhir. Sebab, bangunan tersebut hampir seluruhnya terbuat dari material kayu.
Nama gedung tersebut adalah Gaia, bangunan kampus yang digunakan untuk fakultas bisnis di Universitas Teknologi Nanyang (NTU). Gedung enam lantai itu memiliki luas 43.500 meter persegi dan diklaim menjadi bangunan kayu terbesar di Asia dalam hal volume kayu yang digunakan.
Keindahan arsitektur gedung kampus ini dirancang oleh arsitek asal Jepang, Toyo Ito. Ia menjalin kerja sama dengan firma lokal RSP Architects untuk mendirikan gedung baru bagi mahasiswa fakultas bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir situs Dezeen, Rabu (12/11/2025), gedung kampus ini terdiri dari dua blok yang sedikit melengkung. Di dalamnya terdapat ruangan auditorium berkapasitas 190 tempat duduk, ruang seminar, laboratorium, kantor fakultas, ruang kelas, dan ruang pertemuan.
Menariknya, material yang digunakan di gedung Gaia seluruhnya terbuat dari kayu, mulai dari railing tangga, balok, dan kolom struktural. Bangku dan pembatas ruangan di gedung ini juga terbuat dari kayu.
Foto: Dok. NTU.edu.sg |
Hanya beberapa bagian dalam kampus saja yang tidak terbuat dari kayu, seperti toilet, pelat lantai dasar, dan tangga yang terbuat dari material beton. Cara ini dilakukan agar bangunan kampus tetap kokoh.
Hampir seluruh bangunan kampus ini terbuat dari kayu massal, yakni kayu rekayasa generasi baru. Kayu tersebut disusun berlapis-lapis dan diikat dengan perekat yang kuat atau biasa disebut glulam.
Gedung yang namanya terinspirasi dari dewi Bumi Yunani itu ternyata punya alasan khusus mengapa menggunakan kayu. Sang arsitek mengungkapkan agar orang yang datang seolah merasa berada di tengah hutan.
"Saya selalu berusaha membayangkan hubungan dan nuansa alam, seperti pepohonan dan air, dalam desain arsitektur saya," kata Ito kepada CNN saat peresmian Gedung Gaia pada 2023.
Penggunaan material kayu juga diterapkan pada interior kampus. Penggunaan warna cokelat dan krem, serta dipadukan dengan hitam memberikan kesan nyaman dan estetis.
Selain mengedepankan estetika, Ito juga merancang bangunan ini agar hemat energi. Bagian atap gedung telah dilengkapi panel surya fotovoltaik (PV) yang dapat menghasilkan energi listrik.
Gedung Gaia dirancang dengan orientasi utara-selatan. Tujuannya agar memanfaatkan angin utama (prevailing winds) sehingga dapat memaksimalkan ventilasi udara alami.
Foto: Dok. NTU.edu.sg |
Gedung kampus ini menggunakan teknologi Passive Displacement Ventilation (PDV), yakni sistem AC yang lebih efisien karena menggunakan sensor dan kontrol otomatis. Selain hemat energi, sistem AC ini turut mengurangi emisi karbon.
Berkat penerapan konsep ramah lingkungan, Gedung Gaia mendapat sertifikat Green Mark Platinum (Zero Energy) dari Otoritas Bangunan dan Konstruksi Singapura (Construction Authority of Singapore).
Desain arsitekturnya yang memukau membuat Gedung Gaia mendapat sejumlah penghargaan. Terbaru, gedung ini meraih penghargaan Prix Versailles 2024 dalam kategori "World's Most Beautiful Campuses" karena desain bangunannya yang indah dan memperhatikan lingkungan.
Jika penasaran, detikers bisa melihat langsung keindahan Gedung Gaia di Nanyang Technological University. Alamatnya berada di Nanyang Ave, Wee Cho Yaw Plaza, Singapura.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/das)












































