Sukses Guncang Festival Kemang, The Morse Bersiap untuk Singgah

Dicky Ardian
|
detikPop
The Morse
Foto: The Morse
Jakarta - Band pop rock asal Bandar Lampung, The Morse, kembali menunjukkan ambisinya buat menembus panggung musik nasional nih, gengs! Tak menunggu kesempatan datang begitu saja, trio yang terbentuk pada 3 Maret 2024 ini memilih buat langsung 'menjemput panggung' dengan membawa karya-karya terbaik mereka ke berbagai acara.

Langkah berani tersebut terbukti saat The Morse sukses unjuk gigi di Festival Palang Pintu Kemang XVII yang digelar pada 3-4 Oktober 2026 di sepanjang Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10).

Di tengah kemeriahan acara yang dibuka Sekretaris Kota Jakarta Selatan Mukhlisin dan dihadiri 250 tenant UMKM, penampilan mereka sukses menghibur para pengunjung yang hadir.

Tampil dengan formasi anyar yang diisi Azhar Ismail (vokal/gitar), Roni Setiawan (bass), dan Wahyu (drum), The Morse membawakan empat lagu pada aksi Sabtu malam di panggung Kemang. Dua di antaranya merupakan lagu orisinal dari album kedua mereka, sementara dua lagu sisanya adalah lagu cover hits seperti Hapus Aku milik Nidji dan Anak Sekolah yang sukses bikin penonton bernyanyi bersama.

Meskipun cuma membawakan 4 lagu, penampilan di Kemang ini menjadi 'udara baru' bagi para personel The Morse. Penonton yang didominasi oleh Gen-Z, kaum ibu, hingga anak remaja terlihat sangat antusias menyaksikan aksi panggung band yang datang jauh-jauh dari Lampung tersebut, guys.

Setelah dari Kemang, The Morse langsung bersiap kembali ke studio untuk menggarap single terbaru mereka bertajuk Singgah. Bagi sang vokalis sekaligus gitaris, Azhar Ismail, lagu ini punya makna yang sangat personal karena liriknya lahir dari pengalaman pahit kehilangan orang terdekat.

"Judulnya Singgah, ceritanya itu dari saya sendiri. Saya pernah punya istri, baru beberapa tahun bersama, terus dia meninggal habis setelah lahiran. Itu yang buat inspirasi saya buat lirik lagu ini," ujar Azhar.

Pengalaman mendalam itu kemudian dituangkan Azhar menjadi sebuah karya musik. Lewat Singgah, The Morse ingin menghadirkan lagu yang tak cuma enak didengar, tapi juga punya cerita dan emosi yang kuat saat proses rekamannya dimulai dalam waktu dekat.

Perjalanan The Morse dari Bandar Lampung sampai bisa manggung di Jakarta ini juga nggak lepas dari dukungan Ome dari Jaklot, musisi sekaligus produser dan penggebuk drum yang dekat dengan Iwan Fals. Ome mengaku kerap mengajak The Morse tampil karena melihat potensi besar dari band tersebut.

"Saya dengan Ome dari Jaklot. Ini nggak sekali dua kali saya ajak The Morse di Jaklot karena dia bagus. Siapa tahu bisa menjadi band yang besar kayak seniornya, Kangen Band. Saya berharap begitu," kata Ome.

Ome menambahkan bahwa Jaklot sejak dulu memang selalu menjadi wadah melahirkan band-band top sebelum mereka melambung tinggi, seperti Dongker dan Taher yang pernah mencicipi panggung Jaklot Lebaran. Kini, Jaklot kembali bergerak dengan konsep tur ke 15 titik di luar kota untuk merekrut band-band baru yang punya potensi.

"Mereka mesti punya karya musik yang bagus yang bisa bersaing. Persaingan sekarang lebih parah di Gen Z, jadi kreativitasnya harus terus digali dan penyelenggara juga harus ngasih kesempatan untuk band-band baru," katanya.

(dar/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO