The Morse Siap Bangkit, Bawa Pop Rock dengan Sentuhan Fresh
Memasuki 2026, The Morse hadir dengan formasi baru, warna musik yang lebih segar, dan target memperluas perjalanan mereka ke panggung nasional. Masa vakum justru dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan karya-karya baru.
"Kami belajar banyak di masa vakum kemarin. Justru itu jadi waktu kami untuk evaluasi dan menyiapkan karya-karya baru," ujar Ratna Sari Dewi, Produser The Morse di Jakarta, Senin (24/8).
Setelah kembali aktif, The Morse mulai menjajal sejumlah panggung di Bandar Lampung. Penampilan tersebut menjadi pemanasan sebelum mereka mulai berani tampil di luar kota.
"Itu jadi pemanasan kami sebelum akhirnya berani keluar dari kota Lampung," jelas Ratna.
Salah satu momentum penting hadir ketika The Morse tampil di Bekasi. Dari sana, band ini mulai menargetkan lebih banyak jam terbang sekaligus membuka peluang tampil di berbagai kota di Indonesia.
Tak cuma personel, The Morse juga membawa perubahan dari sisi musik. Mereka tetap mempertahankan karakter pop rock, tetapi kini mengemasnya dengan sentuhan yang lebih dekat dengan pendengar generasi muda.
"Di 2026 ini kami hadir dengan rasa baru dan warna baru. Tapi tetap tidak lari dari pop rock. Kami kemas dengan warna-warna musik anak Gen Z biar lebih dekat sama pendengar muda," ungkap Ratna.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi The Morse untuk memperluas basis pendengar tanpa meninggalkan identitas musik yang sudah mereka bangun. Band ini berharap warna baru tersebut bisa membawa mereka semakin dekat dengan penikmat musik muda.
Di balik perjalanan The Morse, ada Ratna Sari Dewi yang berperan sebagai produser sekaligus orang tua dari salah satu personel. Ia mengaku keterlibatannya berangkat dari kecintaan terhadap musik dan keinginan memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang.
"Sebenarnya saya sebagai orang tua. Kebetulan ikut memproduseri sendiri The Morse. Ibaratnya seperti sosok 'Bunda Slank' lah ya," kata Ratna.
Ratna juga memastikan dukungan untuk The Morse tidak berhenti pada urusan produksi. Ia ikut memberikan doa, tenaga, pikiran, dan usaha agar para personel bisa lebih nyaman dalam mengembangkan kreativitas mereka.
"Saya melakukan ini biar anak-anak lebih nyaman. Sebagai orang tua yang senang musik, kami mensupport dengan doa, usaha, tenaga dan pikiran. Agar The Morse bisa diterima di kancah musik Tanah Air," tegasnya.
