Death Note Genap Berusia 20 Tahun, Sukses Ubah Genre Shonen Selamanya

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Animasi Death Note 2006
Foto: Madhouse
Jakarta - Raksasa penerbitan Shueisha meluncur pertama kalinya pada tahun 1968 dan sukses merilis seri-seri favorit para penggemar seperti One Piece, Dragon Ball, dan Naruto.

Salah satu terbitan Shueisa yang sukses mengubah genre industri manga adalah Death Note. Ditulis oleh Tsugumi Ohba dan digambar Takeshi Obata, manga ini terbit sepanjang 2003 sampai 2006.

Studio Madhouse pun merilis adaptasi animenya yang mengubah genre dalam industri shonen selamanya. Animenya tayang perdana pada 4 Oktober 2004 atau dua dekade yang lalu. Bahkan Death Note jadi salah satu yang terbaik dalam industri anime, ada thriller, suspense, dan supranatural.

Tapi yang memikat penggemarnya adalah karakter utama: Light Yagami. Ia juga berhasil dikembangkan dari karakter protagonis jadi villain.

Death Note ceritain soal seorang siswa SMA bernama Light Yagami, yang jiwanya menyimpang setelah mencicipi kekuatan yang gak diketahui manusia biasa.

Saat memandang ke luar jendela kelas, ia melihat sebuah buku catatan yang tampak biasa saja jatuh dari langit. Ia kemudian memungutnya dan menyadari bahwa itu adalah Death Note, sebuah buku yang diklaim mampu merenggut nyawa seseorang yang namanya tertulis di dalamnya.

Bukan semabarangan buku, asalkan penggunanya memenuhi syarat-syarat tertentu. Meskipun Light menganggap buku catatan itu hanyalah sebuah lelucon, ia tetap memutuskan untuk bereksperimen dengannya menggunakan nama seorang penjahat.

Gak disangka, buku itu membunuh penjahatnya. Light Yagami pun membentuk POV tersendiri soal keadilan yang menyimpang dan satu per satu terbunuh.

Light pakai nama samaran 'Kira' dan menebar ketakutan dan keresahan di tengah masyarakat. Sampai seorang detektif misterius bernama L bersumpah untuk menghentikan Kira.

Situasi makin sulit saat pemilik asli bukunya, Ryuk, yang merupakan seorang Shinigami, memanfaatkan Light sebagai sarana hiburan. Duh!

Dalam upayanya melenyapkan seluruh penjahat di dunia, Light tak segan memanfaatkan orang-orang di sekitarnya. Tujuannya adalah menciptakan utopia damai yang bebas kejahatan, namun impian itu tak pernah terwujud sampai jadi penyebab kekacauan dunia.

Belum lagi tindakannya membunuh L dan ayahnya sendiri demi menyembunyikan identitasnya. Light bahkan tak ragu untuk menghapus ingatannya sendiri dan memanipulasi dirinya sendiri jika situasi menuntutnya.

Yang buat serial Death Note sukses, sang komikus menampilkan karakter-karakter dengan moral yang abu-abu dan buat makin menarik. Alih-alih menggambarkan segala sesuatu secara hitam-putih, cerita ini berfokus pada karakter-karakter yang kompleks serta nuansa di balik setiap langkah yang mereka ambil.

Gimana menurutmu, gengs?

(tia/aay)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO