Obituari

Mengenang Karya dan Jejak Magis Guruh Sukarnoputra

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Guruh Soekarnoputra
(Foto: Dok. Istimewa) Guruh Sukarnoputra
Jakarta - Kabar duka menyelimuti panggung seni dan industri musik Indonesia. Maestro legendaris, visioner budaya, sekaligus sosok penata seni paling ikonis di Tanah Air, Guruh Sukarnoputra, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026).

Dunia hiburan jelas kehilangan salah satu sosok yang paling out-of-the-box.

Sebelum hybrid music dan seni pertunjukan kolosal makin marak seperti sekarang, Mas Guruh, sapaan akrabnya, sudah jauh lebih dulu mendobrak batasan dan bikin standar panggung Indonesia melesat tinggi.

Yuk, kita kilas balik kenangan manis dan karya-karya abadi Mas Guruh yang bakal terus membekas di hati para penikmat musik Indonesia!

1. Guruh Gipsy (1977): Proyek Experimental Paling Jenius!

Jauh sebelum tren menggabungkan musik modern dan tradisi ramai di mana-mana, Guruh udah bikin kejutan besar lewat album eksperimental Guruh Gipsy (1977).

Lewat kolaborasi bareng grup band Gipsy dan almarhum Chrisye, mereka berhasil mengawinkan musik progresif rock, sentuhan musik klasik, dan alunan gamelan tradisional Bali.

Hasilnya? Sebuah mahakarya sejarah musik Indonesia yang diakui banyak pengamat musik dunia sebagai salah satu album terpenting dan paling berpengaruh sepanjang masa.

2. Lagu-Lagu Evergreen yang Tak Lekang oleh Zaman

Kalau kamu dengar lagu-lagu legendaris yang nuansanya poetic, megah, tapi tetap easy-listening, besar kemungkinan itu adalah racikan jemari Guruh.

Lagu-lagu ciptaannya terbukti lintas generasi dan masih sering di-cover oleh musisi-musisi muda zaman now: Kala Sang Surya Tenggelam (yang dibawakan begitu magis oleh Chrisye), Lenggang Puspita (lagu energik yang bikin siapa aja pengin joget begitu dengar intronya), Zamrud Khatulistiwa, Melati Suci, Candu Asmara.

Gak cuma di musik pop, Guruh juga sempat merilis album campur sari bertajuk Candu Asmara pada 1998 yang membuktikan betapa fleksibel dan luasnya spektrum musik seorang Guruh Sukarnoputra.

Album hits lainnya seperti Puspa Ragam Karya dan Gilang Indonesia Gemilang juga jadi bukti sahih dedikasinya yang tanpa henti buat industri musik Tanah Air.

3. Revolusi Panggung Musik Lewat Swara Maharddhika & GSP Production

Bukan Guruh Sukarnoputra namanya kalau gak menyuguhkan sesuatu yang megah.

Pada 1979, ia mendirikan grup kesenian Swara Maharddhika dan kemudian melahirkan Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production.

Lewat lini ini, lahir pertunjukan tari dan pergelaran panggung kolosal bernapas budaya Indonesia modern yang dikemas super estetik dan fashionable, salah satu yang paling legendaris adalah pergelaran Untukmu Indonesiaku!

Panggung-panggung buatan Guruh selalu berhasil memadukan keelokan tradisi Nusantara dengan vibe modern yang disukai anak muda dari zaman ke zaman.

Kini semua itu akan disimpan dan dikenang dengan manis.

Selamat jalan, Guruh. Karya-karya indah, semangat kebudayaan, dan jejak musikmu bakal selalu bernyawa dan menginspirasi generasi muda Indonesia. Rest in Love, Legend!

(pig/aay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO