Teater Meradjoet Sendja Angkat Rahasia Pertemuan Soekarno dan Tan Malaka

Muhammad Ahsan Nurrijal
|
detikPop
Teater Meradjoet Senja
Foto: Ahsan Nurrijal
Jakarta - Pertunjukan teater bertajuk "Meradjoet Sendja" siap menyuguhkan sisi sejarah yang selama ini jarang terjamah oleh publik. Kolaborasi antara PARFI '56 dan Dompet Dhuafa ini akan mengangkat pertemuan misterius antara Soekarno dan Tan Malaka ke atas panggung.

Pementasan yang disutradarai oleh Olivia Zalianty ini berusaha merajut kembali pemikiran para pendiri bangsa yang selama ini mungkin hanya tersimpan dalam catatan sejarah. Fokus utama dalam pertunjukan ini adalah dialog-dialog mendalam yang melibatkan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, hingga Tan Malaka.

Aktor senior Arswendy Bening Swara, yang didapuk memerankan tokoh Bung Karno, mengungkapkan naskah ini memberikan ruang bagi penonton untuk melihat interaksi yang tidak lazim ditemukan dalam buku teks sekolah.

"Tetapi pertemuan antara Tan dan Sukarno ini jarang diketahui orang. Pertemuan ini masih tanda tanya besar. Dan juga siapa yang memerintahkan Tan dieksekusi? Itu juga menjadi pertanyaan besar," kata Arswendy Bening Swara dalam konferensi pers di kawasan Warung Jati, Jumat (14/8/2026).

Arswendy menjelaskan tantangan terbesar dalam memerankan Bung Karno di pementasan ini adalah bagaimana menyampaikan beban ideologi dan perdebatan batin sang Proklamator saat berhadapan dengan lawan bicaranya.

"Sebetulnya ini kita tidak mementaskan fisionomi Sukarno tapi ini kita lagi mementaskan pemikiran. Yang kita pentaskan ini adalah pikiran-pikiran. Nah bagaimana pikiran-pikiran ini akan sampai ke penonton, tergantung sutradara dan aktor-aktor," terang Arswendy Bening Swara.

Olivia Zalianty selaku sutradara menjelaskan penulisan naskah "Meradjoet Sendja" dilakukan dengan riset mendalam dan kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk pemikir Yudi Latif. Proses penggalian data dilakukan untuk merekonstruksi dialog imajiner namun tetap berbasis pada literatur sejarah yang ada, terutama pada babak yang mempertemukan Soekarno dan Tan Malaka.

"Masuk ke babak selanjutnya itu Tan Malaka Bung Karno, itu lebih pada Mas Daru membantu saya. Saya menggali pertemuan ini, yang saya baca di buku ini kira-kira ngomongnya tentang apa nih, gitu," ujar Olivia Zalianty.

Melalui dialog-dialog tersebut, penonton diajak untuk merefleksikan kembali kondisi bangsa Indonesia saat ini. Arswendy menilai pertentangan ide di masa lalu mengenai cara meraih kemerdekaan dan mempersiapkan kualitas rakyat masih sangat relevan untuk dipertanyakan kembali oleh generasi masa kini.

"Kenapa bangsa kita sekarang ini seperti ini, itu bisa tercermin di dialog-dialog yang diberikan oleh penulis," ucap Arswendy.

Teater "Meradjoet Sendja" juga dibintangi oleh Tanta Ginting sebagai Tan Malaka dan Lutfi Ardiansyah sebagai Sutan Sjahrir. Seluruh hasil penjualan tiket dari pementasan ini akan didonasikan sepenuhnya untuk Social Fund bagi para seniman senior melalui Dompet Dhuafa.

(ahs/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO