Teater Keliling Siap Pentaskan Immortal The Musical, Terinspirasi Legenda Pitung
Lebih dari satu abad kemudian, legenda Si Pitung diadaptasi oleh Teater Keliling menjadi panggung Immortal The Musical. Pentasnya bakal digelar pada 22-23 Agustus 2026 di Teater Besar, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
"Sebagai warga Jakarta, jadi tamparan hebat buat saya karena masih banyak seni budaya yang belum terangkat. Buat generasi seperti saya, Pitung adalah legenda tapi buat gen Alpha namanya sudah mulai tidak familiar, harus diregenerasikan," kata sutradara dan penulis naskah, Dolfry Inda Suri saat jumpa pers di PDS HB Jassin, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Legenda Si Pitung itu menginspirasi Teater Keliling buat mengadaptasinya jadi panggung musikal. Alih-alih langsung memakai nama Si Pitung sebagai headline, kelompok teater tertua di Indonesia itu memilih memakai nama 'Immortal' sebagai judul pertunjukan.
Menurut Dolfry, banyak penceritaan dari Si Pitung yang gak bisa mati dan gak lekang oleh waktu. Ada makna di balik judul tersebut.
"Kisah Si Pitung itu sering diceritakan ya, kita tahu Pitung sudah meninggal tapi proses melawan penjajahan sampai akhirnya meninggal itu bagaimana. Bukan gimana meninggalnya, tapi perjuangannya yang turun temurun sampai generasi berikutnya," katanya.
"Immoortal itu abadi perjuangannya sampai generasi berikutnya," sambung Dolfry.
Pendiri Teater Keliling yang juga dramaturgi bagi lakon ini, Rudolf Puspa, cerita saat putrinya yang jadi generasi kedua dari grup tersebut cerita ingin mementaskan naskah Si Pitung, ia langsung tertarik. Untuk pertama kalinya pula, Dolfry jadi sutradara sendirian dan gak bareng dengan ayahnya tersebut.
"Pitung adalah legenda tentang keberanian yang membela rakyatnya, apalagi bisa diciptakan oleh sutradara kelahiran milenial. Saya selalu menyatakan 'Teater itu adalah Saya'. Kalian itu adalah aktor dalam kehidupan maupun panggungnya, ini mau main jadi ini, gimana cari Pitung yang ada di dalam dirimu," ucap Rudolf Puspa.
Immortal The Musical persembahan Teater Keliling tak hanya menggabungkan akting para pemain saja, namun juga silat, tari, dan koreografi di dalamnya.
