Review
Senja Teduh Pelita: Cara Baru Nikmati Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials
MALIQ & D'Essentials terkenal sebagai grup musik beraliran jaz yang berdiri sejak 24 tahun yang lalu. Lagu-lagunya sukses bikin ikonik dan punya basis penggemar yang gak kalah besarnya di Tanah Air.
Tapi bagaimana jika lagu-lagu MALIQ diadaptasi ke panggung musikal dan jadi jalinan cerita futuristik yang tampil dengan vibes berbeda? Yup, Jakarta Movin yang didukung Indonesia Kaya menggelar pementasan Senja Teduh Pelita hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Selama 2,5 jam, musikal Senja Teduh Pelita sukses membius penggemar dan juga pencinta seni dengan cara yang sama sekali berbeda. Ceritanya pun sukses bikin siapapun terbuai, takjub, dan merenung akan masa depan manusia.
20 Lagu MALIQ Diinterpretasi Ulang
Dibuka dengan lagu yang menghentak dan langsung bombastis, panggung musikal Senja Teduh Pelita mengadaptasi 20 lagu-lagu MALIQ. Mulai dari Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album baru Begini Begitu sukses dinyanyikan oleh para pemain di atas panggung.
Lagu-lagunya bukan dibawakan secara utuh namun jadi jalinan cerita yang dibuat oleh sutradara dan produser Jakarta Movin, Nuya Susantono. Lagu-lagu ini menjadi bagian penting dalam membangun emosi, konflik, dan perjalanan para tokohnya.
Musikal Senja Teduh Pelita Foto: Indonesia Kaya |
Nuya membuat cerita dengan latar dunia masa depan dan futuristik yang oke banget. Dibangun oleh narasi 9 anak-anak yang bernama Pasukan Pelita ditinggalkan oleh orang tuanya entah ke mana. Setelah lebih dari setahun, Pasukan Pelita memutuskan buat mencari orang tuanya, namun sayangnya kapal mereka kandas dan terjebak di Teluk Pelita.
Pasukan Pelita ingin menuju Aurora namun sebagian anak-anak ingin tinggal di Teluk Pelita. Sebuah teluk yang indah dan jadi harapan bagi anak-anak akan masa depan sebuah dunia.
Nuya Susantono mengatakan, "Arah adalah sosok yang tetap percaya pada kebaikan dan cinta, bahkan ketika dunia di sekelilingnya seolah sudah berhenti peduli. Karakter Arah dan temannya Kala ini akan diperankan oleh dua orang dengan gender yang berbeda, yaitu versi laki-laki dan versi perempuan. Secara esensi, mereka menjalani perjalanan yang sama, tetapi masing-masing membawa getaran dan emosi yang berbeda."
Menurut Nuya, ia ingin memberikan warna sendiri sampai penonton mendapatkan dua pengalaman unik dan bisa ngerasain dua sisi Arah dan Kala, yang sama-sama kuat.
Musikal Senja Teduh Pelita Foto: Indonesia Kaya |
Artistik hingga Koreografi Outstanding!
Salah satu nilai plus dari musikal Senja Teduh Pelita adalah artistik yang oustanding banget. Sejak awal pertunjukan, panggung diisi oleh artistik yang megah dan wah banget, khususnya scene saat Pasukan Pelita naik kapal menuju Aurora, dan video mapping badai laut, gak ada satupun minusnya.
Keindahan Teluk Pelita juga berhasil diperlihatkan oleh video mapping di baliknya. Jakarta Movin berhasil mengadaptasi lagu-lagu MALIQ, dengan cara yang khas dan beda banget, sekaligus kasih warna baru bagi pencinta seni.
Sayangnya, di akhir tempo alur ceritanya terasa dipercepat untuk menyelesaikan konflik yang ada. Antara si jahat dan baik, antara harapan dan putus asa akan kehidupan, panggung musikal ini mau kasih 'penglihatan' bagaimana manusia sebegitu jahatnya terhadap alam.
Gimana detikers, musikal Senja Teduh Pelita bakal siap membuat kamu terbuai ke alam mimpi yang melebihi jauh dari ekspektasi kamu.
(tia/aay)


