Vanesha Prescilla Debut Horor di The Scarecrow Valley

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Vanesha Prescilla
Foto: Dok.Ahsan Nurrijal
Jakarta - Aktris Vanesha Prescilla terlibat dalam proyek film horor perdana bertajuk The Scarecrow Valley. Ini menjadi hal baru bagi kariernya karena sebelumnya lebih dikenal melalui peran-peran di genre drama romantis.

Dalam film arahan sutradara Billy Christian ini, ia didapuk berperan sebagai Sandra, seorang ibu yang mengalami gangguan mental akibat trauma mendalam.

Vanesha Prescilla mengungkapkan ketertarikannya bergabung dalam proyek ini bermula dari kegemarannya menonton konten horor. Baginya, tawaran yang datang dari produser Andreas Sullivan dan Billy Christian merupakan sebuah jawaban atas keinginan terpendamnya untuk mengeksplorasi genre yang lebih gelap dan menantang secara emosional.

"Beberapa minggu sebelum aku dapat tawaran, itu aku memang lagi banyak nonton series atau film yang genrenya tuh psychological horror. Dan aku suka banget memang dari dulu sama psychological horror," kata Vanesha Prescilla dalam sesi konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026).

Keinginan adik Sissy Priscillia ini untuk memerankan karakter dengan beban psikis yang berat akhirnya terwujud melalui tokoh Sandra. Ia merasa ada kecocokan antara apa yang ia tonton secara pribadi dengan naskah yang ditawarkan kepadanya, sehingga ia tidak ragu untuk memberikan persetujuan tanpa pikir panjang.

"Terus kayak, 'ini manifes gue kok terjawab ya sekarang', kayak kalau lagi nonton film atau series kayak gitu aku selalu, 'pengen deh cobain punya karakter kayak gitu kalau main film', dan ternyata masuk tawarannya," tuturnya.

Dalam pendalaman perannya, aktris berusia 26 tahun itu dituntut untuk memahami sisi kelam seorang ibu yang terpuruk karena kehilangan anak. Sandra digambarkan bukan sebagai ibu biasa, melainkan sosok yang kehilangan pegangan realita hingga kondisi jiwanya terganggu.

"Yang penting buat aku juga bagaimana aku tuh harus deep dive into the character buat mengerti sebab akibat dari apa yang lagi dia rasakan di saat itu," jelasnya.

Meskipun film ini mengambil latar sepenuhnya di Jepang dengan mengangkat lore lokal mengenai desa boneka, Vanesha Prescilla meyakini tema utama film ini akan tetap relevan bagi penonton di manapun.

"Di sini kan karakter Sandra kehilangan anaknya ya, sosok yang mungkin bisa kita bilang paling dia sayangin. Perasaan itu tuh bisa dirasakan sama semua orang," pungkasnya.

Selain The Scarecrow Valley, Memento Works dan Studio Emu juga sedang menyiapkan produksi film horor lainnya yang berjudul Jikobukken.

Film tersebut dibintangi oleh Dimas Anggara dan Yumi Kwandy, dengan fokus cerita pada fenomena nyata di Jepang mengenai hunian bekas lokasi kematian tragis atau bunuh diri yang dijual dengan harga murah.

Kedua film ini merupakan bagian dari proyek besar tetralogi horor yang diproduksi secara berurutan di lokasi-lokasi autentik di Negeri Sakura.


(aay/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO