Seth Rogen Sentil Penulis Skrip yang Pakai AI

Muhammad Ahsan Nurrijal
|
detikPop
Seth Rogen
Seth Rogen Dok. Ist
Jakarta - Aktor dan penulis Seth Rogen menyatakan sikap tegasnya terhadap penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses kreatif di industri film.

Saat menghadiri Festival Film Cannes, ia menyebut orang yang mengandalkan AI untuk menulis cerita atau naskah sebenarnya tidak layak disebut sebagai penulis.

Seth Rogen mengaku tidak memahami tujuan dari penggunaan teknologi tersebut dalam dunia kepenulisan. Ia menilai hasil karya yang dihasilkan oleh AI sering kali tidak memiliki kualitas yang baik dan jauh dari esensi seni yang sebenarnya.

"Setiap kali saya melihat video di Instagram dengan narasi bahwa Hollywood akan tamat, yang muncul setelahnya adalah karya yang sangat buruk yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Jika insting Anda adalah menggunakan AI dan tidak ingin melewati proses kreatif tersebut, Anda tidak seharusnya menjadi penulis karena Anda tidak sedang menulis," kata Seth Rogen dikutip detikcom Minggu (17/5/2026).

Bagi bintang film Superbad ini, proses menulis adalah bagian yang ia nikmati secara personal. Ia menegaskan keberadaan alat yang bertujuan untuk mengurangi beban kerjanya dalam menulis justru tidak menarik baginya.

"Silakan lakukan pekerjaan lain. Jika Anda tidak ingin menjalani prosesnya, Anda tidak seharusnya menjadi penulis. Ide tentang alat yang membuat saya mengurangi waktu untuk menulis sama sekali tidak menarik bagi saya karena saya memang suka menulis," ujarnya.

Kehadiran Seth Rogen di Cannes tahun ini bertujuan untuk mempromosikan film animasi terbarunya yang berjudul Tangles. Film tersebut mengisahkan perjuangan seorang wanita muda dalam menghadapi ibunya yang didiagnosis menderita penyakit Alzheimer. Seth Rogen memastikan produksi film ini sepenuhnya dikerjakan tanpa bantuan AI.

"Sama sekali tidak menggunakan AI. Ini adalah animasi gambar tangan. Setiap bingkai gambarnya memiliki sentuhan manusia di dalamnya dan itu adalah hal yang luar biasa," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, produser film tersebut, Lauren Miller Rogen, membagikan sisi personal dari keterlibatannya dalam proyek ini.

Istri dari Seth Rogen tersebut mengaku merasa memiliki keterikatan kuat dengan karakter utama bernama Sarah karena pengalaman pribadinya merawat sang ibu yang juga mengidap Alzheimer.

"Terdapat begitu banyak kesamaan antara keluarga saya dan keluarga Sarah. Ibu kami sama-sama berprofesi sebagai guru yang didiagnosis menderita Alzheimer di awal usia 50-an. Saya sangat memahami rasa penyangkalan, ketakutan, dan perasaan kesepian yang muncul saat diagnosis demensia itu datang," terang Lauren Miller Rogen.


(ahs/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO