The King's Warden: Film Terlaris Korea Selatan Yang Memang Oke

Candra Aditya
|
detikPop

EDITORIAL RATING

5/5

AUDIENCE RATING

-
The Kings Warden

Sinopsis:

Seorang raja yang masih remaja, Yi Hong-wi (Park Ji-hoon dari Weak Hero Class) dilengserkan oleh pamannya sendiri, Suyang (Yoo Ji-tae), dan akhirnya diasingkan.

Sementara itu di sebuah desa miskin di pegunungan, seorang pemimpin desa bernama Eom Heung-do (Yoo Hae-jin) berusaha melakukan segala cara untuk memberi makan kepada penduduk desanya.

Tidak ada yang lebih ia inginkan selain memberikan nasi hangat yang enak kepada penduduk desanya. Ketika ia mendengar bahwa akan ada anggota kerajaan yang diasingkan, Heung-do melakukan segala cara agar sosok yang diasingkan itu tinggal di tempatnya.

Heung-do sama sekali tidak tahu bahwa ia akan bertemu dengan raja. Dan kejadian ini mengubah hidupnya untuk selamanya.

Review:

Ditulis oleh Hwang Seoung-gu bersama sutradara Jang Hang-jun, The King's Warden adalah sebuah biopik yang akan mengajak penontonnya untuk tertawa sebelum akhirnya menangis bersama.

Film yang konon sudah berhasil meraih 16 juta penonton di negaranya-dan menjadi film dengan pendapatan box office tertinggi-ternyata tahu untuk membuat penontonnya terbuai dengan ceritanya meskipun dari segi plot, film ini cukup generik.

Park Ji Hoon dalam Film The King's WardenPark Ji Hoon dalam Film The King's Warden Foto: Dok. Instagram

The King's Warden tidak mengikuti jalur biopik lain yang menceritakan semua kisah tokohnya dari awal sampai akhir. Film ini dimulai dengan lengsernya si raja, perkenalan karakter Heung-do lalu menghabiskan waktunya untuk menggarisbawahi pertemuan yang berkesan antara si raja dan penduduk desa sebelum akhirnya penonton diajak untuk menangis massal.

Lima belas menit terakhir The King's Warden adalah drama yang mengharu biru. Setelah film selesai, saya mengerti kenapa The King's Warden begitu dicintai oleh penonton Korea.

Humor yang ada di film ini mungkin tidak terasa spesial karena memang seperti ini-lah jenis humor yang dibuat oleh pembuat film Korea-kamu bisa melihatnya di berbagai film atau drama korea lain.

Tapi humor dan kehangatan yang disajikan dalam The King's Warden hadir untuk memberi pondasi yang tebal. Kelakuan Heung-do dan para penduduk desa memang menggelikan. Respons mereka terhadap kehadiran si raja Yi Hong-wi memang terkesan menggemaskan.

Tapi semua momen komedi ini menjadi penting untuk menunjukkan betapa kuat koneksi antar karakter. Dan semakin kencang tawamu saat melihat mereka bersama, semakin kencang pula tangismu saat menyaksikan apa yang terjadi di akhir film.

Untuk ukuran film kolosal Korea, The King's Warden mungkin tidak terlihat mentereng. Desain produksinya terlihat sederhana tapi semua tepat guna. Film ini tidak begitu centil dalam segi visual. Tidak ada pergerakan kamera yang heboh atau angle yang dahsyat.

Tapi justru dengan kesederhanaan itu, The King's Warden jadi fokus untuk mengeksplor karakter-karakternya. Terutama progress emosi si raja yang tadinya datang dengan mentalitas untuk siap mati sampai akhirnya berubah menjadi pejuang.

Tentu dengan cerita yang sederhana, sutradaranya tahu bahwa ia harus bekerja lebih keras untuk mengarahkan aktor-aktornya. Yoo Hae-jin sebagai si kepala desa sudah tidak bisa diragukan lagi kualitas aktingnya.

Penampilan Park Ji Hoon di film The King's Warden.Penampilan Park Ji Hoon di film The King's Warden. Foto: dok. Showbox

Sebagai langganan box office, Yoo Hae-jin tahu betul bagaimana cara menarik hati penontonnya dengan comedic timingnya yang sempurna. Tapi ketika The King's Warden membutuhkannya untuk serius, Yoo Hae-jin tahu bagaimana untuk mencabik hati penonton.

Bagi yang belum pernah menyaksikan Weak Hero Class, Park Ji-hoon mungkin terdengar seperti nama baru. Tapi yang sudah menyaksikan serial remaja tentang bullying tersebut, kita semua tahu kemampuan akting Park Ji-hoon.

Dalam film ini lagi-lagi Park Ji-hoon menunjukkan betapa matanya mampu berbicara tanpa dialog apa pun. Ia tahu bagaimana caranya menunjukkan keputusasaan, kemarahan dan kesedihan. Lagi-lagi hanya dengan matanya, Park Ji-hoon bisa menunjukkan transisi antara putus asa menuju raja yang menemukan harapan.

Penampilan Park Ji Hoon di film The King's Warden.Penampilan Park Ji Hoon di film The King's Warden. Foto: dok. Showbox

Chemistrynya dengan Yoo Hae-jin juga sensasional sehingga ending yang mengharukan itu bisa tersampaikan dengan baik.

The King's Warden adalah contoh bahwa biopik sederhana tetap bisa menggugah selera kalau ia dibuat dengan baik. Film ini berhasil membuat saya menangis tersedu-sedu terhadap sosok pemimpin yang saya baru kenal saat itu juga.

Ia berhasil menceritakan sebuah sejarah dan menghibur penontonnya pada saat yang bersamaan. Tidak mengherankan The King's Warden sampai sekarang masih diminati penontonnya. Film ini memang magis sekali.


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE