The Secret Agent: Rahasia Hidup Seorang Pelarian
EDITORIAL RATING
AUDIENCE RATING
Sinopsis:
Tahun 1977 merupakan salah satu episode brutal dalam sejarah politik Brasil. Di era ini, Brasil dipimpin oleh pemimpin diktator, Ernesto Geisel. Di masa-masa mengkhawatirkan seperti inilah Marcelo (Wagner Moura) hidup. Marcelo hanya nama samaran saja.
Ia adalah seorang seorang ilmuwan yang menjadi buron dan melarikan diri ke Kota Recife untuk bertemu putranya semata wayangnya di tengah gegap gempita karnaval dan korupsi pejabat. Marcelo ingin mengajak putranya pindah negara dengan paspor palsu.
Di tengah situasi seperti itu, Marcelo dihantui mimpi-mimpi buruk yang berasal dari kebengisan rezim. Dan tentu saja, di era ini, nyawa manusia nyaris tak ada harganya.
Review:
The Secret Agent dibuka dengan adegan saat Marcelo memberhentikan Volkswagen Beetle (VW Kodok) kuning di sebuah pom bensin. Sembari mengisi bahan bakar, Marcelo melihat mayat yang sudah membusuk. Jaraknya mungkin hanya beberapa langkah darinya. Mayat cuma ditutupi keras koran dan dikerubungi lalat.
The Secret Agent (2025). Foto: Dok. Ist |
Sedangkan si penjaga SPBU mengaku bahwa dia sudah mulai terbiasa dengan pemandangan ngeri seperti itu. Dia sudah lama menghubungi polisi, tapi mereka tak kunjung datang. Mereka baru datang hari itu, bukan untuk mengevakuasi mayat, tapi justru meminta sumbangan kepada Marcelo untuk acara karnval.
Adegan pembuka tersebut menjadi pengantar yang pas bagi film garapan Kleber Mendonça Filho ini. Filho berhasil menggambarkan kebrutalan dan korupnya aparat dalam satu momen. Prinsip show, don't tell benar-benar dipraktikkan. Cukup untuk menghadirkan atmosfer thriller politik yang mencekam.
Baca juga: Na Willa: Dunia Anak yang Penuh Imajinasi |
Filho juga mampu menggambarkan suasana era 70an dengan cukup presisi. Tanpa harus membuat tone warna film berubah, ia memunculkan properti, pakaian masyarakat hingga pernak-pernak zaman tersebut.
Cerita kemudian bergerak pada kisah Marcelo dan putranya yang lama terpisah dengan putranya. Putranya dititipkan di mertuanya setelah istri Marcelo meninggal. Informasi terkait kematian sang istri tidak begitu jelas. Cerita masih terlihat samar.
Sementara itu, putra Marcelo terus merengek ingin menonton film Jaws garapan Steven Spielberg. Padahal melihat posternya saja si bocah sudah ketakutan. Jika kita cukup jeli, sebenarnya, munculnya film Jaws dalam cerita berfungsi menjadi dua hal. Pertama, Jaws menjadi penanda zaman itu.
Karena film ini menjadi hits di era 70an, warga dunia ingin menonton film hiu dari AS ini. Satu lagi, film ini menjadi simbol betapa mengerikan zaman yang dilalui Marcelo. Sebagai informasi saja, dalam film ini juga ada adegan hiu memakan manusia.
Meski sudah bertemu, Marcelo pun tetap tinggal terpisah dari putranya. Dia tinggal di sebuah rusun, tempat aktivis kiri atau pemberontak bersembunyi dari pantauan rezim.
Selama bersembunyi, Marcelo memakai nama Armando. Ceritanya beririsan dengan para pelarian lainnya. Bahkan, ia menjalin hubungan tanpa status dengan salah seorang dokter gigi.
Sambil mengisi waktu, Marcelo melamar di kantor pencatatan sipil. Dia bekerja dengan arsip data pribadi masyarakat sipil. Ada misi yang sedang ia jalankan. Tapi lagi-lagi, tak begitu jelas motif utamanya.
Begitulah cara film ini dituturkan selama dua jam setengah. Menariknya, ketegangannya naik perlahan. Apalagi ketika ada pembunuh bayaran yang disewa untuk memburu Marcelo.
Nah, hingga di menjelang cerita, penonton mungkin masih bertanya-tanya sebenarnya, siapa sebenarnya si Marcelo ini? Kenapa dia tiba-tiba menjadi buronan? Apa perbuatannya di masa lalu? Penjelasan di film ini terlihat samar saja. Semua seakan dituturkan dengan 'rahasia'. Barangkali karena itu kenapa film ini dijuduli The Secret Agent.
The Secret Agent (2025). Foto: Dok. Ist |
Atau jangan-jangan, film ini sebenarnya adalah kritik untuk rezim? Karena, begitulah cara rezim diktator mengatur dan mendisiplinkan warganya. Semuanya dibuat rahasia demi ketertiban. Tahu-tahu yang terdengar adalah letusan tembakan. Lalu mayat berlumur darah dibiarkan jadi tontonan publik. Soal penyebab pembunuhan bisa dikarang saja. Tentu mudah merahasiakan informasi seperti ini. Negara diktator mempunyai seperangkat instrumen untuk mengaburkan informasi.
The Secret Agent bergerak dengan cara seperti itu. Senyap dan rahasia. Tapi mematikan.
Film ini tayang di KlikFilm.













































