Don't Follow Me: Ketika Influencer Tinggal di Apartemen Angker

Candra Aditya
|
detikPop

EDITORIAL RATING

4/5

AUDIENCE RATING

-
Dont Follow Me (2025).

Sinopsis:

Carla (Karla Coronado) ingin terkenal seperti temannya Sam (Jualia Maqueo) yang mendapatkan plakat Youtube. Ia ingin menjadi influencer yang tenar. Ia ingin semua orang tahu siapa namanya.

Dan karena itu ia memutuskan untuk tinggal di apartemen angker. Dulunya apartemen ini tidak angker. Lalu ada kebakaran yang menewaskan penghuninya. Dan sejak saat itu, apartemen itu menjadi sarang hantu. Setidaknya itu yang diharapkan oleh Carla.

Jalan pintas yang diambil Carla untuk menjadi terkenal adalah menjadi Youtuber horor. Ia akan merekam kejadian menyeramkan yang terjadi di apartemennya.

Awalnya, ia dibantu oleh Sam untuk membuat konten horor. Semua penampakan yang terjadi adalah bohongan. Tapi lama kelamaan, Carla benar-benar dihantui oleh makhluk misterius yang ada di apartemennya.

Sam dan Andres (Yankel Stevan), cowok yang sedang dekat dengannya, sama sekali tidak percaya dengan pengakuan Carla. Tinggal menunggu waktu sebelum semua orang percaya bahwa Carla tidak sendirian di apartemen itu.

Review:

Kalau kamu pecinta jumpscare dalam film horor, kamu mungkin akan mencintai Don't Follow Me. Film garapan Ximena Garcia Lecuona-yang juga menulis skripnya-bersama Eduardo Lecuona ini menampilkan beberapan jumpscare yang akan membuatmu loncat dari kursi.

Bahkan kalau pun kamu bisa menebak kapan hadirnya jumpscare dalam film ini, apa yang ditampilkan cukup membuat ngeri untuk membuat pecinta horor tersenyum senang.

Don't Follow Me (2025).Don't Follow Me (2025). Foto: Dok. Ist

Dari segi cerita, Don't Follow Me memang tidak menawarkan hal baru. Ceritanya sederhana: cewek masuk apartemen mencoba jadi influencer, cewek beneran ketemu hantu, cewek ini panik.

Tapi film ini berhasil memainkan emosi penontonnya sehingga plot yang sederhana itu tidak jadi masalah. Yang juga mengagumkan adalah bagaimana pembuat film ini menjadikan profesi dan juga aspirasi karakter utamanya menjadi kritik sosial yang tajam.

Carla digambarkan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau-bahkan ketika hal ini akhirnya mengantarkannya ke mimpi buruknya. Hal ini membuat Don't Follow Me menjadi sebuah tontonan yang agak berdaging.

Sebagai film horor, Don't Follow Me berhasil menakut-nakuti penonton. Bahkan dengan desain produksi yang sederhana-setting film ini hanya di sekitaran apartemen Carla-film ini tidak terasa sempit.

Eksplorasi lokasi-lokasi lain-kamar dan lantai yang berbeda-juga membuat aura angker film ini semakin terasa. Duo sutradaranya benar-benar tahu bagaimana cara membuat penonton merinding tanpa melakukan hal yang berlebihan.

Satu-satunya kritik terhadap film ini adalah ke-tidak percaya diri-annya untuk berkomitmen menjadi horor found footage atau mockumentary. Film ini menggunakan semua kamera untuk menceritakan perjalanan Carla.

Dari video Youtube-nya, footage dari berbagai kamera sampai potongan Instastory dan sosial media. Tapi di saat yang bersamaan, Don't Follow Me juga menggunakan kamera secara konvensional untuk bercerita.

Don't Follow Me (2025).Don't Follow Me (2025). Foto: Dok. Ist

Keputusan ini membuat film horor ini jadi krisis identitas. Film ini bukan Paranormal Activity atau Gonjiam Asylum. Tapi Don't Follow Me mencuri elemen-elemen visual film-film tersebut.

Tapi bahkan dengan kekurangan itu, Don't Follow Me tetap mengasyikkan untuk ditonton. Apa lagi twist-nya yang lumayan mencengangkan-meskipun pecinta horor mungkin bisa melihatnya dari jauh-perjalanan Carla menjadi influencer menjadi sumber teriakan yang seru.

Ajak semua teman-temanmu dan saksikan mimpi buruk Carla bersama-sama.


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE