RUCI Art Space Boyong 32 Karya dari 2 Seniman Indonesia di Art Central HK
Salah satu galeri seni yang berpartisipasi adalah RUCI Art Space. Galeri yang berdiri sejak satu dekade lalu di Jakarta menghadirkan 32 karya dari dua seniman Tanah Air yakni Cecil Mariani dan Aharimu. Praktik seni keduanya menarasikan seni kontemporer Indonesia saat ini.
Rio Pasaribu, Gallery Director dan Co-Founder RUCI Art Space mengatakan dukungan MTN Seni Budaya dalam membuka akses galeri Indonesia ke kancah internasional diapresiasi positif.
"Dalam membuka akses galeri Indonesia ke platform internasional seperti Art Central Hong Kong. Di saat yang sama, peran sektor swasta seperti FedEx Indonesia menjadi sangat krusial, tanpa dukungan logistik yang andal, sirkulasi karya seni di tingkat global tidak akan berjalan optimal," katanya dalam keterangan pers yang diterima detikpop, Kamis (2/4/2026).
Menurut keterangan Rio, RUCI Art Space ikut serta jadi bagian dari tahap Rekognisi Internasional dalam kerangka program MTN Seni Budaya.
"Program ini membuka peluang bagi talenta seni rupa Indonesia untuk tampil di panggung global, memperluas jejaring, serta memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap seni kontemporer dunia," sambungnya.
Selain presentasi pameran, program ini juga menghadirkan diskusi bertajuk Rising Currents: Indonesian Contemporary Art in Motion, yang membahas perkembangan serta posisi seni kontemporer Indonesia dalam konteks global.
RUCI Art Space memulai perjalanannya melalui pameran perdana di sebuah restoran yang telah ditinggalkan, dan kini berkembang menjadi ruang seni kontemporer dinamis di Jakarta Selatan dengan luas area pameran sekitar 200 meter persegi.
Nama RUCI merefleksikan fleksibilitas, yang mengandung makna sebagai sumber cahaya, rasa, dan kenikmatan, sekaligus mencerminkan misi RUCI sebagai hub bagi industri kreatif yang lebih luas.
(tia/pus)











































