7 Lagu Dangdut Lawas Terpopuler yang Sering Masuk FYP TikTok

Muhammad Ahsan Nurrijal
|
detikPop
Coffee Rave Ilustrasi.
Foto: iStock
Jakarta - Fenomena musik dangdut lawas kembali mendapatkan panggung di era digital melalui TikTok. Platform tersebut berhasil menghidupkan kembali lagu-lagu legendaris yang sebelumnya populer di era 80-an hingga 90-an, sehingga kembali dikenal oleh generasi Z. Penggunaan lagu-lagu ini dalam berbagai konten kreatif membuat musik dangdut tidak lagi dianggap kuno, melainkan menjadi tren yang viral.

Berikut adalah tujuh lagu dangdut lawas terpopuler yang secara konsisten masuk dalam daftar FYP TikTok melalui berbagai versi remix maupun orisinal!

1. Kopi Dangdut

Lagu Kopi Dangdut yang dipopulerkan oleh Fahmi Shahab pada awal era 90-an menduduki posisi teratas sebagai lagu dangdut lawas paling ikonik di TikTok. Aransemennya yang dinamis dan bersemangat membuatnya sangat fleksibel untuk digunakan dalam berbagai jenis konten video pendek.

Di platform TikTok, lagu ini mengalami lonjakan popularitas luar biasa pada tahun 2020 melalui versi remix yang memicu lahirnya dance challenge. Para kreator menggunakan irama lagu ini untuk menunjukkan kegembiraan dan kebersamaan, yang kemudian diikuti oleh jutaan pengguna lainnya.

2. Bukit Berbunga

Meskipun aslinya merupakan lagu pop karya Uci Bing Slamet yang dirilis pada era 80-an, Bukit Berbunga sangat sering dibawakan dalam versi dangdut koplo maupun keroncong di panggung-panggung hiburan. Liriknya yang puitis dan melodi yang mendayu memberikan kesan nostalgia yang kuat bagi para pendengarnya. Lagu ini menceritakan tentang kenangan indah di sebuah bukit yang penuh dengan bunga, sebuah narasi sederhana yang tetap relevan hingga saat ini.

Dalam tren TikTok terbaru, Bukit Berbunga sering digunakan sebagai latar suara untuk konten-konten yang bernuansa estetik. Pengguna TikTok kerap memadukan lagu ini dengan filter video vintage untuk menciptakan kesan jadul yang autentik. Selain itu, lagu ini juga sering muncul dalam konten-konten bertema pemandangan alam atau aktivitas berkebun yang menenangkan.

3. Kandas

Kandas merupakan salah satu mahakarya dari Evie Tamala yang dibawakan secara duet bersama Imron Sadewo. Dirilis pada tahun 1998, lagu ini dikenal sebagai lagu dangdut dengan tingkat emosional yang tinggi karena liriknya yang menceritakan tentang kegagalan cinta yang menyakitkan. Harmonisasi vokal antara kedua penyanyinya menjadikan lagu ini salah satu standar tertinggi dalam genre dangdut melankolis atau dangdut klasik.

Di TikTok, potongan lirik lagu ini sering dijadikan latar suara untuk konten-konten bertema sad boy atau sad girl yang menceritakan pengalaman patah hati. Penggalan lirik yang puitis sering kali muncul dalam video-video POV mengenai dikhianati oleh pasangan atau cinta yang tidak direstui.

4. Wulan Merindu

Cici Paramida merilis lagu Wulan Merindu pada tahun 1998 dan langsung meledak di pasaran karena sentuhan musik Melayu dan Timur Tengah yang kental. Lagu ini menceritakan tentang perasaan rindu yang mendalam kepada kekasih hati. Kualitas vokal Cici Paramida yang jernih dan berkarakter membuat lagu ini tetap enak didengar dan sering dinyanyikan ulang oleh penyanyi-penyanyi muda di berbagai ajang pencarian bakat.

Populer di TikTok, lagu ini sering digunakan untuk konten-konten yang menunjukkan transformasi penampilan. Irama musiknya yang elegan dianggap cocok untuk memperlihatkan transisi dari penampilan biasa menjadi lebih anggun. Selain itu, bagian reff lagu ini juga kerap dipakai untuk konten-konten romantis yang memperlihatkan kerinduan terhadap pasangan yang berada jauh di sana.

5. Bunga Dahlia

Lagu Bunga Dahlia adalah lagu klasik yang sering dikaitkan dengan penyanyi legendaris Ida Laila maupun Ikke Nurjanah. Lagu ini menggunakan metafora bunga dahlia untuk menggambarkan keindahan dan kehormatan seorang wanita. Iramanya yang mendayu-dayu merupakan ciri khas dari dangdut orisinal yang mengedepankan kualitas cengkok vokal penyanyinya, menjadikannya favorit di kalangan pecinta musik dangdut murni.

Di ranah TikTok, Bunga Dahlia sering muncul dalam konten-konten yang berkaitan dengan keluarga atau acara hajatan pernikahan di daerah. Lagu ini memberikan nuansa hangat dan tradisional, sehingga sering dipilih sebagai latar musik untuk momen-momen kebersamaan antar generasi.

6. Juragan Empang

Juragan Empang pada awalnya merupakan lagu Tarling asal Cirebonan yang dipopulerkan oleh Tiny Joseph, namun meledak secara nasional setelah dicover dalam versi dangdut koplo oleh Via Vallen dan Nella Kharisma. Lagu ini menceritakan tentang rasa bangga dan bahagia karena memiliki kekasih yang sukses dan mapan secara ekonomi (seorang juragan). Irama kendangnya yang sangat menghentak membuat siapa pun yang mendengarnya merasa ingin bergoyang.

Konten TikTok sering menggunakan lagu ini sebagai bentuk ekspresi keberhasilan atau saat seseorang mendapatkan rezeki mendadak. Lagu ini juga menjadi langganan konten parodi yang menggambarkan gaya hidup bos muda atau orang kaya baru dengan sentuhan humor.

7. Termiskin di Dunia

Hamdan ATT merilis lagu Termiskin di Dunia pada era 80-an dan lagu ini langsung menjadi himne bagi mereka yang merasa memiliki nasib serupa. Lagu ini merupakan representasi dari lirik dangdut mengenai realita kehidupan dan kemiskinan, namun dibawakan dengan penuh martabat melalui vokal kuat Hamdan ATT. Lagu ini telah menjadi salah satu lagu dangdut yang paling sering dinyanyikan kembali oleh berbagai generasi penyanyi.

Dalam tren FYP TikTok, lagu ini sering digunakan sebagai bentuk humor yang menertawakan diri sendiri terkait kondisi dompet di akhir bulan. Kreator konten sering memadukan lagu ini dengan video-video kreatif yang menunjukkan perjuangan bertahan hidup dengan sisa uang yang minim.




(ahs/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO