Pangeran Harry-Meghan Markle Balik ke Inggris, Donald Trump Happy

Asep Syaifullah
|
detikPop
U.S. President Donald Trump reacts during an event to sign executive orders related to birthright citizenship and the polysilicon industry, in the Oval Office at the White House in Washington, D.C., U.S., August 6, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jakarta - Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk angkat kaki dari Amerika Serikat dan kembali ke Inggris sukses bikin publik heboh.

Langkah ini terbilang mengejutkan mengingat hubungan mereka dengan Keluarga Kerajaan sempat dingin usai melepas status anggota kerajaan senior pada 2020 lalu.

Rencana kepindahan ini juga langsung memancing respons menohok dari Presiden Donald Trump. Saat ditemui awak media di Gedung Putih, Trump blak-blakan mengaku senang atas kepindahan pasangan tersebut.

"Saya senang mereka pergi," ujar Trump singkat dilansir dari Forbes.

Ia juga kembali menegaskan ketidaksukaannya pada pasangan tersebut dan menyindir pihak kerajaan. "Saya bukan penggemar mereka. Kalau saya jadi keluarga kerajaan, saya tidak akan mau menerima mereka kembali," tambah Trump.

Hingga kini, Harry dan Meghan belum mau membeberkan alasan pasti di balik keputusan mereka meninggalkan Negeri Paman Sam.

Kepada BBC, pihak juru bicara pasangan tersebut memilih irit bicara. "Bukan sesuatu yang akan kami komentari," ujar juru bicara tersebut.

Keputusan pulang kampung ini terjadi cuma sebulan setelah Harry dan Meghan bertemu dengan Raja Charles dan Ratu Camilla dalam sebuah kunjungan keluarga tertutup di Istana Buckingham.

Sikap pedas Trump sejatinya bukan hal baru. Hubungan dingin mereka sudah memanas sejak 2019, usai Meghan melabeli Trump sebagai sosok yang "divisif" dan "misoginis".

Kala itu, Trump langsung membalasnya dalam wawancara bersama The Sun. "Saya tidak tahu kalau dia ternyata menyebalkan (nasty)," kata Trump.

Saat Harry dan Meghan pertama kali pindah ke AS pada 2020, Trump juga langsung mewanti-wanti terkait fasilitas negara. "AS tidak akan membayar perlindungan keamanan mereka. Mereka harus bayar sendiri!" tegas Trump lewat media sosialnya.

Di tahun yang sama, ketika pasangan ini mengimbau warga AS untuk bijak menggunakan hak pilih, Trump kembali melayangkan sindiran. "Saya bukan penggemar Meghan. Saya doakan Harry beruntung, karena dia bakal sangat membutuhkannya," ceplosnya.

Kritik tajam terus berlanjut. Dalam wawancara bersama Piers Morgan pada 2022, Trump bahkan menilai gelar kerajaan pasangan tersebut layak dicabut.

"Harry itu seperti terkekang (whipped) tidak seperti orang lain yang pernah saya lihat. Saya bukan fans Meghan dan ini sudah tidak beres sejak awal. Dia (Harry) sangat tidak menghormati negaranya dan bikin malu," tuding Trump.

Bahkan pada 2025 lalu, saat ditanya mengenai isu deportasi Harry, Trump memberikan respons tak kalah sinis kepada New York Post.

"Saya akan biarkan dia. Masalah dia dengan istrinya saja sudah cukup banyak. Istrinya itu mengerikan," kata Trump.

(ass/tia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO